|
| |
 | NOTAM
|
|
GENERASI TERBARU MiG MUNCUL
Dalam suatu upacara yang meriah, Rusia membuka
selubung pesawat tempur MiG generasi terbaru, yang dianggap
sebagai tandingan dari pesawat tempur tercanggih AS, F-22
Raptor. Pesawat yang diperkenalkan untuk umum 12 Januari di sebuah
pangkalan udara bersalju dekat Moskwa itu belum diterbangkan. Pesawat
ini dinamakan MFI, singkatan dari kata bahasa Rusia
multifunktsionalny instrebitel yang artinya adalah pesawat
tempur multiperan. Pihak pembuatnya, MAPO-MiG menyatakan
pesawat terbarunya ini akan mampu menandingi bahkan
mengalahkan kinerja F-22. Seperti halnya pesawat AS itu, pesawat Rusia ini
juga mempunyai sistem thrust vectoring, yang antara
lain memungkinkan pesawat ini berbelok lebih tajam. Selain itu
pesawat ini juga berkemampuan stealth, sulit ditangkap radar
karena bentuk maupun material kompositnya. Pesawat ini
digerakkan dua mesin Saturn/Lyulka AL-41F, dan mampu
melakukan penerbangan jarak jauh dalam kecepatan supersonik antara
Mach 1.6 dan 1.8 tanpa afterburner. Perancang utama MFI,
Mikhail Korzhuyev mengatakan, pesawatnya akan diterbangkan
pertama kali bulan Februari. Pesawat ini mulai dikembangkan tahun
1980-an, dan pengenalannya pertama kepada umum ini diduga
untuk menarik perhatian soal pendanaannnya. Pemerintah
diharapkan menyediakan dana untuk uji coba maupun pengembangan
model-model MFI selanjutnya. Kabarnya, Cina menaruh perhatian
dan bersedia menawarkan dana untuk pengembangan dan
produksi bersama pesawat tempur tercanggih Rusia ini. Sebelumnya,
program pengembangan pesawat ini yang di kalangan Barat
dikenal sebagai "Proyek 1.42" itu sangat dirahasiakan, bahkan
rencana pengenalannya untuk umum pun ditunda beberapa kali.
(rb)
FREKUENSI RADIO DAN JASA TELKOM
Departemen Perhubungan memberlakukan biaya penggunaan
dan penyelenggaraan jasa frekuensi radio dan jasa
telekomunikasi (jastel) sesuai Keputusan Menhub No. KM 75 Tahun 1998
yang merupakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Demikian siaran pers departemen perhubungan, Desember lalu.
Sebelumnya, untuk hal tersebut berlaku Keputusan Menparpostel No. KM
263/KU.056/MPTT-1991 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Administrasi Keuangan Pengelolaan Biaya Hak Penggunaan Frekuensi
Radio dan Keputusan Menparpostel No. KM
48/KU.056/MPPT-1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Administrasi Keuangan
Pengelolaam Biaya Hak Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi, yang kini
tidak berlaku lagi. Para pengguna jasa dapat menyetor langsung
biaya tersebut ke dalam rekening kas negara melalui rekening
bendahara penerima pada bank pemerintah. Atau pelanggan
menyetor langsung kepada bendaharawan penerima setelah menerima
surat pemberitahuan pembayaran pada proses perizinan frekuensi
radio dari Ditjen Postel. Untuk penyelenggaraan jastel dikenakan
biaya hak penggunaan (BHP) jastel sebesar 1 persen dari
pendapatan operasi sesuai peraturan yang berlaku. Penerimaan BHP
tersebut akan digunakan untuk biaya pembinaan, pengawasan dan
kegiatan operasional Ditjen Postel dan Kanwil Dephub.
(nie)
KEUNTUNGAN BUMN MASIH KECIL
Kinerja BUMN masih di bawah standar meski sudah
banyak tujuan yang telah dicapai dengan memberikan sumbangan
besar terhadap pembangunan nasional. Namun hal itu dicapai
dengan penggunaan biaya yang besar dan berlebihan. Meneg
Pendayaagunaan BUMN Tanri Abeng mengungkapkan hal itu dalam
acara peluncuran buku "Masterplan untuk Reformasi Badan
Usaha Milik Negara", pertengahan Desember lalu di Jakarta.
Bahkan, katanya, sebelum terjadi krisis moneter tahun 1997, lebih
dari setengah BUMN yang ada memiliki kinerja yang kurang
memuaskan. Tahun itu, dari 160 BUMN hanya menghasilkan keuntungan
Rp 11,8 trilyun dari Rp 462 trilyun modal yang ditanam. Itu
berarti hanya menghasilkan tingkat kembalian sebesar 2,6 persen.
Dengan tingkat kembalian sekecil itu, maka sangat sulit untuk
mendukung keadaan sekarang yang sulit ini, mengingat biaya modal
selama periode tersebut sekurang-kurangnya 10 kali dari tingkat
kembalian tersebut. Maka pada era ini perlu ada reformasi BUMN
dengan tujuan harus mengarah kepada pencapaian kembalian atas
modal secara berkesinambungan, minimum sebesar biaya modal.
BUMN harus mampu meningkatkan kualitas, juga privatisasi
yang transparan, mengurangi campur tangan politik, mendapat akses
ke pasar modal dan teknologi internasional, dapat mengubah
budaya korporasinya serta memperluas kepemilikan perusahaan.
(nie)
TARIF TAKSI DARI SOEKARNO-HATTA
Banyaknya keluhan pengguna jasa taksi dari Bandara
Soekarno-Hatta, Jakarta, melahirkan kebijakan dari PT Angkasa Pura (AP)
II, sebagai pengelola bandara. Berdasarkan Keputusan
Dirjen Perhubungan Darat Nomor SK.66/KU.506/DRJD/98 tertanggal
19 Maret 1998 dikeluarkan biaya kompensasi taksi per
zona. Kompensasi itu berupa penambahan biaya yang disebutnya
'Km kosong' dan 'waktu tunggu'. Ada tiga zona, yakni zona I
untuk wilayah yang dekat (sampai Kebon Jeruk), zona II jarak
sedang (wilayah-wilayah Bumi Serpong Damai, Kemayoran, Tebet)
dan zona III jarak jauh (wilayah-wilayah Pasar Minggu, Kepala
Gading, Ciputat sampai Kodya Bogor). Tarif tambahan terdiri dari
biaya kompensasi untuk km kosong Rp 3.000 dan waktu tunggu
masing-masing untuk zona I Rp 7.500, zona II Rp 6.000 dan zona III
Rp 4.500. Jadi, di samping tarif berdasarkan argo taksi, ada
tambahan biaya untuk zona I Rp 10.500, zona II Rp 9.000 dan Zona III
Rp 7.500. Menurut Direktur Operasi AP II Moeljono, keputusan
itu mulai berlaku Januari 1999. "Biaya kompensasi itu untuk
mengatasi keengganan sopir taksi mengangkut penumpang jarak dekat.
Tarif ini masih lebih murah daripada taksi borongan atau biaya
tambahan yang diminta sopir taksi di tengah jalan. Jadi, bila di samping
tarif argo, sopir taksi meminta tambahan sesuai biaya di atas,
itu memang resmi," katanya. (nie)
BUKAKA EKSPOR GARBARATA
Lima unit garbarata atau 'belalai gajah' resmi dilepas
Menteri Perhubungan Giri Soeseno untuk diberangkatkan ke Hong
Kong. Ke-5 garbarata itu merupakan unit ke-300 garbarata buatan
PT Bukaka Teknik Utama (BTU) yang akan digunakan di
Bandara Internasional Check Lap Kok, Hong Kong. Sejak mulai
dioperasikan, 1 Juli 1998, Check Lap Kok telah menggunakan 76
garbarata Bukaka, dan tahun ini menambah 20 unit untuk
pengembangan bandara. Menurut Dirut PT BTU Achmad Kalla, sampai saat
ini Bukaka selesai memasang 259 garbarata yang dioperasikan
oleh sembilan bandara di Jepang, lima di Thailand, dua di Malaysia
dan tiga di Indonesia serta di Singapura, Hong Kong dan Wuhan
Tianhe Cina. Tahun ini Bukaka memproduksi 49 garbarata untuk
Check Lap Kok, Imam Khomaeni (Iran) 14 unit, Mandalay
(Myanmar) sembilan unit dan Ngurah Rai (Denpasar) enam unit.
Prospek pemasaran garbarata bernama "Rampway" ini cukup baik,
terutama di luar negeri. Rampway hasil rancang bangun dan rekayasa
200 tenaga ahli dalam negeri ini sudah mendapat sertifikasi ISO
9001 sejak 1992 dan yang pertama di dunia. Desain terakhir
Rampway Bukaka disebut sebagai Glass Bridge yang dindingnya terbuat
dari kaca. Saat ini rampway kaca itu telah beroperasi 46 unit di
Bandara Internasional Sepang dan satu di Bandara Subang, keduanya
di Malaysia, serta masing-masing datu unit di Nagasaki,
Tsushima dan Kumamoto, ketiganya bandara di Jepang. "Glass Bridge
ini sekarang menjadi trend di bandara di dunia," ujar Rahmat
Ismail, vice president Bukaka. Selain garbarata, Bukaka juga
memproduksi baggage handling system, runway sweeper, line marker,
vacuum sewer, dan mobil pemadam kebakaran. (nie)
|