ANGKASA N0.5 FEBRUARI 1999 TAHUN IX  

Agusta 129 Mangusta


  Utama
Ekonomi
Teknologi
Bandara
Ordirga
Opini
Militer
Notam
Kokpit
Origami
Fenomena
Cakrawala
Lobi
Surat
Profil

 
ORIGAMI  

Agusta 129 Mangusta

Pada tahun 1972 Angkatan Darat Italia mengumumkan keinginanya untuk memiliki jenis helikopter penempur ringan yang berkemampuan menyerang tank. Keinginan tersebut segera mendapat tanggapan dari pihak Agusta A Finmeccanica Company, perusahaan dalam negeri yang mengkhususkan diri dalam pembuatan helikopter.

Gayung bersambut, Agusta ditunjuk untuk menangani proyek ini. Berbekal pengalaman memproduksi helikopter berdasarkan lisensi dari Bell, Boeing dan Sikorsky, selang tahun berikutnya Agusta meluncurkan produk perdananya yang diberi nama A 129 Mangusta.

Mangusta (cerpelai atau garangan) selintas bentuknya mirip dengan HAP-Tiger, heli buatan Eurocopter yang pernah dipromosikan lewat film Golden Eyes-nya James Bond. Namun tidak berarti Agusta mencontek Eurocopter yang memang jauh sudah punya nama, meski hal seperti itu syah-syah saja.

Garangan made in Italia ini hadir dengan kelebihan-kelebihan yang dibawanya. Ditenagai dua mesin Rolls-Royce GEM 2 Mark 1004, dan hampir seluruh badannya terbuat dari bahan komposit, bahan sejenis yang digunakan pada pesawat siluman F-117A. Posisi tempat duduk antara pilot dan operator senjata dirancang sangat ideal. Dimana kursi belakang dibuat lebih tinggi dari posisi pilot guna mempermudah pandangan. Mangusta juga seperti layaknya pesawat tempur dilengkapi dengan kursi lontar Martin-Baker. Jika keadaan darurat dan terpaksa digunakan mampu menahan benturan sampai 15g.

Beberapa bagian helikopter ini dibuat disesuaikan dengan sifatnya, yaitu sebagai heli serang atau serbu. Misalnya baling-baling yang terdiri dari empat bilah dilapisi elastomeric (sejenis plastik lentur) yang ujungnya (blade tips) menggunakan profil khusus agar bisa meredam deru (noise) suara semaksimal mungkin. Roda pendarat dibuat khusus dengan sistem tricyling landing gear yang dapat mengatasi impak pada ketinggian 32,8 kaki. Bahkan mesin utamanya mampu menahan hantaman peluru kaliber 23 sampai 50 mm.

Selain sebagai heli serang, Mangusta juga mampu melaksanakan tugas pengintaian, angkut taktis dan tugas kelautan. Pengembangan selanjutnya diharapkan mampu untuk pertempuran udara (tentunya sesudah dipersenjatai dengan senjata yang sesuai dengan tugas tersebut).

Keistimewaan lain dari Mangusta hampir seluruhnya digerakkan oleh komputer. Alat komunikasi, navigasi, auto-pilot, sistem kemudi fly-by-wire, mesin, transmisi dan sistim hidrolik, listrik, bahan bakar, kinerja pesawat semua sudah dimasukkan dalam data komputer. Sehingga jika terjadi masalah dengan pesawat pilot dapat segera mengatasinya. Selain itu sistim persenjataan dan pengindera malam juga sudah terprogram dalam komputer.

Hanya sistem pengendalian rudal anti tank TOW (tube-launched, optically tracked, wire guided) saja yang belum terintegrasi komputer. Tapi harap dicatat kalau heli ini menggunakan standar kelaikan dari Departemen Pertahanan AS yang memang lebih terkenal dan lebih berpengalaman dalam menangani heli-heli tempur dibanding Italia.

Namun dari semua ini yang patut dihargai adalah soal kemandirian Italia dalam berswasembada di bidang pertahanan. Negeri yang lebih populer industri 'sepakbola'-nya ketimbang industri militernya ini telah berhasil membuat helikopter canggih meski tidak bisa dipungkiri beberapa komponen dari A 129 Mangusta masih diimpor dari AS, Inggris dan Perancis. (Hrz/dank)

Cara Membuat:

1. Buat pola 1 (2 kali) terus gabungkan dengan 6, 4, 3, berturut-turut dari depan ke belakang di bagian bawah 1 akan membentuk badan dasar badan helikopter ini.

2. Buat ekor (2) berbentuk kerucut tempelkan dengan 1. Kemudian tempel 7 yang akan merupakan kaca-kaca depan kokpit. Lalu tempelkan juga 8 dan 9 membentuk punggung di atasnya.

3. Tempelkan 10 sebagai penutup poros tail rotor 2.

4. Buat 11 (2x), gabungkan menjadi satu tempelkan di 2 sebagai sayap tegak. Di bagian kanan-kirinya terdapat sayap (20, 21) di mana potongan yang miring adalah yang menempel di no. 2. Demikian pula 12 di bagian bawah menempel pada 2.

5. Gabungkan 13, 14, 15, 16. Dahulukan 13 dengan 14 agar mudah, lalu 15 yang akan merupakan air intake dan 16 sebagai exhaust, dan ditempelkan di 1.

6. Gabungkan 17, 18, 19 yang membentuk sayap tempat cantelan persenjataan, dan tempelkan di 1.

7. Rotor. Gabungkan 26 dan 27, kemudian tempelkan di atasnya berturut-turut 31, 28, 29 dan 30. Untuk memudahkan penggabungan 25 dengan 26 dan 27 dapat dibantu dengan kawat atau lidi yang menyilang. Dan gabungan 32 dan 33 tempelkan di atas 7.

8. Buatkan 34, 34a, 35 dengan cara digulung. Tempel 34 tepat di bawah 19. 35 pada 34a dimana 34a menembus 1. Masukkan 36 pada ujung-ujung 34, 35. Agar kuat buat 36 yang tebal. Tempelkan 37, 38 sebagai roda.

9. Tempelkan 441 yang agak tegak agar kuat pada 12 dan beri roda 40, 39. Gabungkan 22 dan 23 tempelkan pada 6.

10. Gabungkan 42 dan 43 merupakan TOW buatkan pilonnya tempel di bawah 17. Ingat ada 8 tabung luncur. Dan buatkan 24 (2x) tempatkan di ujung belakang 5.



Utama | Ekonomi | Teknologi | Bandara | Ordirga | Opini
Militer | Notam | Kokpit | Origami | Fenomena | Cakrawala | Lobi | Surat | Profil

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media