RICHARD Branson adalah satu di antara orang kaya dan pemberani yang memilih terbang
balon untuk mendapat kemasyhuran dunia. Balonis milyarder kini memang banyak yang
mempertaruhkan uang dan nyawanya untuk menjadi orang pertama yang bisa mengelililingi dunia nonstop
dengan balon. Selain Branson dkk, ada lagi tim pengusaha yang juga berusaha terbang keliling dunia
dengan balon yang menempuh jalur ketinggian paling tinggi selama ini. Tim terdiri dari tiga orang,
namun kemudian hanya dua yang akan terbang. Satu di antara tim yang diberi nama Team Re/Max ini
adalah Dave Liniger.
Dengan memilih ketinggian ekstrem, Tim Re/Max ini akan menggunakan balon raksasa
yang berisi gas helium guna terbang di atas cuaca, bahkan ke lingkungan dekat perbatasan luar
angkasa, yakni di stratosfer. Mereka akan menghindari wilayah udara kurang bersahabat dengan
tinggal landas dari Australia dan terbang di Belahan Bumi Selatan.
Balonis menyebut ihtiar Tim ini sebagai "Advontur besar terakhir". Bagi kebanyakan orang,
ini tampak seperti wisata ego berbahaya bagi orang superkaya. Bagi orang dalam kategori ini,
sekadar bisa membeli sebuah mobil Porsche merah sudah tidak mencukupi lagi, tulis
Newsweek (11/1)
Pertengahan Januari lalu, rencana kedua balonis dari Tim Re/Max untuk meluncur ke
udara terhadang oleh cuaca yang tidak mendukung, sehingga mereka pun menunda misi hingga
Desember mendatang. Dave Lineger, pengusaha realestat kaya dari Amerika kepada kantor berita
Reuter menyatakan tidak menyesal dengan kegagalan ini.
Dengan terbang pada ketinggian hampir 40 km (24 mil), Lineger bermaksud
menghindari problem cuaca yang selama ini menggagalkan usaha memecahkan terbang keliling dunia
nonstop dengan balon. Di dekat stratosfer, angin jauh lebih tenang.
Selain Lineger, anggota Tim yang urung terbang ini adalah kopilot John Wallington,
juara terbang balon Australia. Misi kedua balonis ini dijadwalkan berlangsung 16 sampai 18 hari.
Mereka akan tinggal pada kapsul yang digantung pada balon cuaca setinggi gedung 40 tingkat.
Dalam penerbangan, kedua awak akan mengenakan pakaian ruang angkasa Rusia guna
menahan suhu yang jauh di bawah titik beku dan mendekati vakum tekanan udara. Sayang upaya
untuk menghindari cuaca ini justru terganjal oleh cuaca di dekat daratan, dengan angin, hujan, dan
petir mengamuk. Wartawan yang kecewa menjuluki Lineger dan rekannya 'balonitik'. Tim menuduh
Tim terlalu memfokuskan perhatian pada stratosfer tapi lupa pada pola cuaca kompleks di padang
pasir Australia tengah.
Membandingkan Tim Lineger dengan Tim Branson, komentator mengatakan, Branson
boleh saja gagal mencapai sasaran, tetapi paling tidak ia sudah tinggal landas. Di pihak lain,
Lineger memang tampak tidak mau mengambil risiko, karena proyek Re/Max ini mempertaruhkan
dana sekitar 8 juta dollar. Sambil menunggu peluncuran 10 bulan mendatang, Lineger
bermaksud mendesain ulang kapsulnya. Ia yakin akan bisa mengelilingi dunia lebih dulu dibandingkan
Branson atau balonis lain yang terbang pada ketinggian
rendah.(nin)