|
| |
 | CAKRAWALA
|
|
Wahana bermain wings di Dufan
Mau Eject Tinggal Acung Jari
Wahana baru di Dufan, Ancol untuk menumbuhkan minat dirgantara-Angkasa/ben
|
Mulanya kita diajak masuk ruangan bernuansa
hi-tech. Untuk beberapa saat kita melihat dan mendengarkan
preview dari seorang pilot bule yang muncul
dilayar. Berisi awal mula dunia penerbangan sampai jaman pesawat berkecepatan supersonik. Bahkan prinsip kerja dari sebuah pesawat terbang juga dijelaskan pada bagian
ini. "Bila anda ingin eject silakan acung jari", demikian ujar si bule menutup keterangannya.
Selanjutnya kitapun digiring memasuki ruangan yang terbagi menjadi empat baris berkapasitas 50 orang. Setelah memakai sabuk pengaman, mulailah
kita "berurusan" dengan berbagai pesawat tempur. Pertama dimulai dengan jungkir balik menggunakan pemburu bersayap ganda semasa PD I Sopwith
Camel. Sampai akhirnya harus
dogfight dengan Folland Gnat di atas F-5 A
Tiger. Sebenarnya bukan itu saja, sebelumnya kita juga bisa merasakan terbang dengan penempur
kondang pada jamannya. Sebut saja P-38
Lightning, dan juga sang lagendaris Perang Korea F-86
Sabre yang "menari-nari" dibelakang seterunya MiG-15
Fagot. Boleh dibilang permainan yang berdurasi kurang lebih 10 menit ini bisa memenuhi hasrat untuk menjadi penerbang tempur. Apalagi juga merasakan kalau pesawat yang kita
tumpangi tertembak jatuh oleh musuh.
Tapi ada syarat lain untuk bisa menjadi penerbang tempur. Tinggi minimal adalah satu meter, tanpa batasan umur. Jadi anak berumur berapapun asalkan
tingginya tak kurang dari satu meter dapat ikut. Alasannya supaya
safety belt (sabuk pengaman) yang tersedia di tempat duduk dapat berfungsi secara optimal.
Ilustrasi di atas merupakan gambaran wahana bermain dunia kedirgantaraan yang baru saja lahir di Jakarta. Kali ini adalah Dunia Fantasi Taman Impian Jaya
Ancol yang membidani dolanan bernama Wahana
Wings seharga 1,2 miliar rupiah itu. Selain menghibur sarana ini juga bersifat mendidik. "Wahana ini juga
memberi pengalaman bagi anak-anak yang bercita-cita menjadi pilot", Ujar Maman Rosadi B.A.E, General Manajer Dunia Fantasi kepada
Angkasa.
Selain itu, masih menurutnya, wahana ini juga merupakan wujud kerjasama dengan pihak TNI-AU untuk menumbuhkan minat dirgantara. Wahana yang
lokasinya berdekatan dengan Rama dan Shinta ini mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 11 Maret 2000 lalu.
(avi)
KSAU TARGETKAN 400-500 PASUKAN
Paskhas, sebagai pasukan yang fungsi utamanya mengamankan pangkalan -pangkalan udara dalam segi jumlah masih dirasa kurang. Oleh karenanya,
untuk sementara ini pengembangan dititik beratkan pada segi kualitas. Namun secara pararel akan dikembangkan pula dari segi jumlahnya. "Diperkirakan sekitar
400-500 personil pertahun", Ujar KSAU, Marsekal TNI Hanafie Asnan disela-sela penutupan Latihan
Madhi Yudha 99 kepada Angkasa. Dengan demikian diharapkan
selama lima tahun, DSP Paskhas dapat tercapai. Untuk mendukung rencana ini maka TNI-AU akan membangun depo pelatihan wing (Depolatwing) Paskhas di kawasan
Raci, Pasuruan Jawa Timur. Fasilitas ini akan mulai dibangun pada tahun ini juga. Menurut jendral berbintang empat itu, minimal satu pangkalan AU dilengkapi dengan
satu batalion Paskhas. Namun hal ini masih dirasa sulit mengingat jumlah pangkalan induk TNI-AU cukup
banyak.(avi)
|