ANGKASA N0.7 APRIL 2000 TAHUN X  

Wahana bermain wings di Dufan Mau Eject Tinggal Acung Jari

SAR Madhi Yudha 99 Bertahan Hidup di Pantai

Petit Muharto Tutup Usia


  Laporan Utama
Airshow
Aerobatik
Cakrawala
Fenomena
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Pesawat Militer
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi
Wawancara

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
CAKRAWALA  

Wahana bermain wings di Dufan
Mau Eject Tinggal Acung Jari

Wahana Wings Wahana baru di Dufan, Ancol untuk menumbuhkan minat dirgantara-Angkasa/ben

Mulanya kita diajak masuk ruangan bernuansa hi-tech. Untuk beberapa saat kita melihat dan mendengarkan preview dari seorang pilot bule yang muncul dilayar. Berisi awal mula dunia penerbangan sampai jaman pesawat berkecepatan supersonik. Bahkan prinsip kerja dari sebuah pesawat terbang juga dijelaskan pada bagian ini. "Bila anda ingin eject silakan acung jari", demikian ujar si bule menutup keterangannya.

Selanjutnya kitapun digiring memasuki ruangan yang terbagi menjadi empat baris berkapasitas 50 orang. Setelah memakai sabuk pengaman, mulailah kita "berurusan" dengan berbagai pesawat tempur. Pertama dimulai dengan jungkir balik menggunakan pemburu bersayap ganda semasa PD I Sopwith Camel. Sampai akhirnya harus dogfight dengan Folland Gnat di atas F-5 A Tiger. Sebenarnya bukan itu saja, sebelumnya kita juga bisa merasakan terbang dengan penempur kondang pada jamannya. Sebut saja P-38 Lightning, dan juga sang lagendaris Perang Korea F-86 Sabre yang "menari-nari" dibelakang seterunya MiG-15 Fagot. Boleh dibilang permainan yang berdurasi kurang lebih 10 menit ini bisa memenuhi hasrat untuk menjadi penerbang tempur. Apalagi juga merasakan kalau pesawat yang kita tumpangi tertembak jatuh oleh musuh.

Tapi ada syarat lain untuk bisa menjadi penerbang tempur. Tinggi minimal adalah satu meter, tanpa batasan umur. Jadi anak berumur berapapun asalkan tingginya tak kurang dari satu meter dapat ikut. Alasannya supaya safety belt (sabuk pengaman) yang tersedia di tempat duduk dapat berfungsi secara optimal.

Ilustrasi di atas merupakan gambaran wahana bermain dunia kedirgantaraan yang baru saja lahir di Jakarta. Kali ini adalah Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol yang membidani dolanan bernama Wahana Wings seharga 1,2 miliar rupiah itu. Selain menghibur sarana ini juga bersifat mendidik. "Wahana ini juga memberi pengalaman bagi anak-anak yang bercita-cita menjadi pilot", Ujar Maman Rosadi B.A.E, General Manajer Dunia Fantasi kepada Angkasa.

Selain itu, masih menurutnya, wahana ini juga merupakan wujud kerjasama dengan pihak TNI-AU untuk menumbuhkan minat dirgantara. Wahana yang lokasinya berdekatan dengan Rama dan Shinta ini mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 11 Maret 2000 lalu. (avi)


KSAU TARGETKAN 400-500 PASUKAN

Paskhas, sebagai pasukan yang fungsi utamanya mengamankan pangkalan -pangkalan udara dalam segi jumlah masih dirasa kurang. Oleh karenanya, untuk sementara ini pengembangan dititik beratkan pada segi kualitas. Namun secara pararel akan dikembangkan pula dari segi jumlahnya. "Diperkirakan sekitar 400-500 personil pertahun", Ujar KSAU, Marsekal TNI Hanafie Asnan disela-sela penutupan Latihan Madhi Yudha 99 kepada Angkasa. Dengan demikian diharapkan selama lima tahun, DSP Paskhas dapat tercapai. Untuk mendukung rencana ini maka TNI-AU akan membangun depo pelatihan wing (Depolatwing) Paskhas di kawasan Raci, Pasuruan Jawa Timur. Fasilitas ini akan mulai dibangun pada tahun ini juga. Menurut jendral berbintang empat itu, minimal satu pangkalan AU dilengkapi dengan satu batalion Paskhas. Namun hal ini masih dirasa sulit mengingat jumlah pangkalan induk TNI-AU cukup banyak.(avi)



Laporan Utama | Airshow | Aerobatik | Cakrawala | Fenomena | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Pesawat Militer | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi | Wawancara |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media