ANGKASA N0.7 APRIL 2000 TAHUN X  

Presiden Dukung Paskhas

Ya... Televisi Yaa... Komodo

Menikmati Asian Aerospace 2000 Bareng Angkasa

Tim Aerobatik Jupiter TNI AU Jangan Anggap Sepele

BMW Diboyong Antonov

Heli Angkut Berpostur Ramping

Cessna Tawarkan Grand Caravan

KSAU, Marsekal TNI Hanafie Asnan : Indonesia Terlalu Kecil Buat TNI AU


  Laporan Utama
Airshow
Aerobatik
Cakrawala
Fenomena
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Pesawat Militer
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi
Wawancara

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
LAIN-LAIN  

Presiden Dukung Paskhas

Presiden Gus Dur Presiden Gus Dur berkunjung ke Markas pasukan baret jingga-Angkasa/Avi

Dengan berkekuatan 3.000 personel, Korps Pasukan Khas TNI-AU tengah menghadapi tantangan berat mengingat tugasnya yang harus mengamankan seluruh pangkalan udara (lanud) yang sarat dengan teknolog canggih dan mahal. Bahkan untuk menangani sepuluh lanud utama milik TNI-AU pun masih terasa kurang. Untuk itu Pemerintah akan mendukung jika pimpinan TNI-AU berniat meningkatkan kekuatannya.

Demikian salah satu dukungan yang disampaikan Presiden Abdurrahman Wahid ketika mengunjungi Mako Paskhas TNI-AU 25 Maret lalu di Margahayu, Bandung. Hadir juga dalam acara ini Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Panglima TNI Laksamana TNI Widodo AS, KSAU Marsekal TNI Hanafie Asnan, dan Mendiknas Yahya Muhaimin.

Paskhas Masih butuh dukungan personel lebih banyak
Menurut pihak TNI-AU, jika memang segalanya memungkinkan, jumlah tersebut secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 6.000 personel. Dalam kaitan ini disinggung juga mengenai kian pentingnya pendidikan bagi para personel Paskhas mengingat tanggung jawabnya dalam menjaga perangkat canggih tadi. "Untuk itu Saya mohon dalam perencanaan mendatang, masalah tersebut dimasukkan, dan Paskhas sudah waktunya diperkenankan belajar ke luar negeri untuk meningkatkan kemampuannya", demikian ujar Presiden.

Dalam kesempatan itu, kepada wartawan, Komandan Korpaskhasau, Marsma TNI Nano Suratno mengungkapkan, selain kurangnya personel, pihaknya juga menghadapi masalah persenjataan anti serangan udara yang kian uzur. Jika memang memungkinkan, kesatuan TNI-AU ini memerlukan sejumlah rudal anti serangan udara untuk menggantikan kanon-kanon anti serangan udaranya yang sudah tua. Alut sista ini nantinya akan berfungsi sebagai pertahanan terakhir untuk menghadapi serangan udara rendah.(avi)



Laporan Utama | Airshow | Aerobatik | Cakrawala | Fenomena | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Pesawat Militer | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi | Wawancara |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media