|
| |
 | NOTAM
|
|
AS Cari Teman untuk JSF
Joint Strike Figther
|
Untuk lebih menjamin tercapainya program pengembangan pesawat tempur generasi terbaru, Joint Strike Fighter (JSF), Amerika Serikat kini sibuk mencari teman untuk bersama membiayai pengembangan tahap kedua pesawat tersebut. Tahapan ini akan dimulai begitu keluar
keputusan disain siapa yang menang : Lockheed Martin atau Boeing. Keputusan ini akan diumumkan tahun depan dan akan disusul dengan masa pengembangan perekayasaan dan manufakturingnya selama 90 bulan. Dalam kurun waktu itu akan digarap JSF mulai dari awal hingga mencapai
prototipe dan produksinya. Negara-negara Eropa Barat yang didekati AS untuk program JSF antara lain Inggris yang dalam tahap pertama sudah terlibat, Denmark, Italia, Norwegia, Belanda, Belgia, Turki, dan Kanada. Selain untuk kepentingan pembiayaan, kerjasama itu juga akan
menjamin terpasarkannya JSF di Eropa. Kini AS dan Inggris berkeinginan membeli sekitar 2.800 pesawat tempur ini senilai 233 milyar dollar AS untuk menggantikan pesawat tempur jenis F-16, F/A-18, dan AV-8 Harrier. Kemungkinan penyerapan pesawat JSF oleh Eropa nantinya memang
menjadi pertimbangan pokok AS, karena pesawat ini akan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dioperasikan bersama dan kompatibel dengan kondisi negara-negara Eropa.
(rb)
GMF Raih Sertifikat FAA
Garuda Maintenance Facility (GMF) sebagai salah satu unit bisnis strategis Garuda Indonesia, memperoleh sertifikat dari Badan Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA). Sertifikat diserahkan oleh Principal Maintenance Inspector FAA, Dame Wood, kepada Direktur SBU-GMF,
Hadinoto Sudigno, 28 Februari 2000 di Jakarta. Sertifikat FAA diraih GMF setelah melewati proses audit ketat yang dilakukan FAA. Antara lain menyangkut fasilitas,
man power, tools, technical manual, dan back-up
spare. Dengan memperoleh sertifikat ini secara otomatis GMF
mendapatkan "approval repair station" sesuai FAR 145, serta dinyatakan laik dan memenuhi jaminan kualitas untuk melaksanakan seluruh perawatan pesawat beregistrasi N (milik perusahaan penerbangan Amerika). Sampai saat ini GMF yang dibangun Garuda di kawasan Bandara
Soekarno-Hatta tahun 1985 dengan investasi secara gradual mencapai 200 juta dollar AS telah melakukan pengerjaan perawatan pesawat diantaranya milik Pakistan Airlines, World Airways, SilkAir, Kuwait Air, Vietnam Air, Air Lebanon, dan lainnya termasuk juga operator penerbangan nasional
baik reguler maupun carter. Sedangkan sertifikat dari Badan Penerbangan Sipil Eropa (JAA), diharapkan dapat diraih GMF pada semester kedua tahun ini. "Kita memang mendahulukan proses audit oleh FAA," ujar Hadinoto kepada
wartawan.(ron)
PELATIHAN AGEN ALA KLM
Inilah salah satu kepedulian KLM dan Alitalia kepada agen-agen perjalanan. Maskapai penerbangan Belanda yang bekerjasama dengan penerbangan Italia itu memberikan pelatihan dengan tajuk "Dinamic Skills for Success in the New Millennium" di Jakarta. "Perusahaan apakah yang
paling rawan bahaya, extremely dangerous, itulah
travel agent. Dan karena kami peduli pada Anda," ujar Ernesto Verdugo, pencetus ide pelatihan ini dan juga pelatihnya. Hampir 200 peserta yang dibagi dua kelompok (kelompok pertama 31 Januari-1 Februari, yang kedua 2-3
Februari) terlihat antusias mengikuti seminar yang 'tidak biasanya' itu. "Bebaskanlah diri Anda untuk mendapatkan aktivitas yang diperlukan dalam mencapai tujuan. Duduklah, jadikan fleksibel dan siap untuk pelatihan yang mengkombinasikan pendidikan, keberanian dan hiburan, juga
fun," Ernesto yang asal Meksiko mengawalinya dengan semangat. Memang bukan cuma ceramah yang diterima para karyawan travel agent itu. Mereka dituntut turut aktif mengikuti intruksi pelatih. "Nanti, di akhir pelatihan, Anda semua dapat mematahkan anak panah yang ditancapkan di
leher Anda," janji Ernesto. Apa yang ingin dicapai dari seminar ini? "Yang penting ada perubahan mental. Ini kesempatan untuk menjadi seorang perintis dan pemimpin, sebagaimana Anda menjadi bagian dari sejarah program pelatihan KLM ini," ungkap Ernesto. Tujuannya pun cukup
manis, untuk uang (money), cinta
(love) dan kesuksesan (succeed). (nie)
AWARD BAGI AGEN CARGO
Fin Cargo, MSA Cargo, Dwi Dua Cargo, Astarindo, Geo Logistics dan Desa Air Cargo menerima penghargaan sebagai agen yang memiliki komitmen penuh pada Emirates SkyCargo. Penghargaan itu diberikan dalam rangka terpilihnya SkyCargo sebagai
Cargo Airlines of The Year 1999 di Jakarta, awal Maret lalu. Menurut General Manager Emirates di Indonesia John Rotikan, para agen kargo tersebut memberikan kontribusi positif pada angkutan kargo Emirates di Indonesia. Penghargaan sejenis juga pernah diraih SkyCargo pada tahun 1995 dan 1997. Yang
membuat perayaan kali ini istimewa, kata Manager SkyCargo Indonesia Ery Zulma, bukan cuma perusahaan yang mendapat penghargaan, juga bagi karyawan. Ditambah lagi penghargaan bagi petugas di perusahaan jasa angkutan kargo yang memberikan layanan lebih baik. President Direktur
Fin Cargo Soedjarwo Soedarmo dalam kesempatan terpisah mengatakan, sampai kini angkutan kargo di Indonesia tetap stabil dan cukup bagus. "Saat ini perekonomian Indonesia mulai menggeliat," ujarnya. Saat krisis pun, bisnis inilah yang tetap bertahan dalam terpaan gelombang
ekonomi. Apalagi dengan pemasukan dollar AS yang sangat membantu mereka untuk tetap pada komitmennya. Namun, tambah Soedjarwo, adanya agen kargo besar yang masuk ke Indonesia bisa jadi mengancam agen kargo Indonesia, apalagi yang kecil-kecil. "Kita hanya dapat menikmati
pasar domestik," ujarnya. Dari nilai ekspor-impor sebesar empat milyar dollar AS yang berlangsung di Indonesia, hanya 35 persennya untuk domestik.
(nie)
|