Perang Korea memberi pelajaran bahwa helikopter merupakan sarana penolong
vital. Saat itu Bell dengan model 47 (registrasi
militer H-13) selalu wora-wiri di medan pertempuran. Berbekal dua
container dikanan-kirinya untuk membawa korban. Desingan peluru-peluru
anti serangan udara Tentara Merah (Red Army) bak tirai yang tak tertembus menjadi masalah tersendiri.
Keterlibatan militer AS dalam konflik di Vietnam, terutama dengan kekuatan udaranya mau tak mau menimbulkan korban.
Awalnya adalah Kaman HH-43 dan Sikorsky HH-3E yang dijadikan tulang punggung regu penolong. Sayang keduanya berjarak jangkau
terbatas. Apalagi armada F-4 Phantom dan F-105
Thunderchief sering beranjang sana sampai ke Hanoi. Apa boleh buat AU AS membutuhkan
heli penolong jarak jauh.
AU AS kemudian melirik S-65 A/CH-53 A yang saat itu telah dipakai oleh Marinir. Lantaran dirasa tak cukup waktu
untuk menciptakan sebuah heli yang sama sekali baru. Maka dipesanlah delapan CH-53 versi AU-nya dengan kode HH-53 B
Super Jolly. Heli dengan enam rotor
blade berkapasitas 38 pasukan atau 24 tandu ini terbang untuk pertama kalinya pada Bulan Maret 1967.
Beberapa perangkat yang sesuai dengan permintaan pihak AU-pun ditambahkan. Sebanyak tiga senapan mesin
gatling (multi laras) kaliber 7,62 milimeter ditempatkan disamping dan belakang
(ramp door). Fungsi senjata yang digerakkan secara elektrik ini
untuk membalas tembakan-tembakan dari darat. Atau "membersihkan" daerah pendaratan dari penyusup Vietkong. Lapisan baja juga
ditambahkan untuk melindungi crew yang berjumlah enam orang.
Jarak jangkau yang mencapai 869 kilometer dengan dua tangki cadangannya masih dapat ditingkatkan dengan adanya fasilitas
pengisian bahan bakar di udara. Tambahan lagi sebuah katrol penolong juga ditempatkan pada pintu bagian depan.
Merasa sukses dengan HH-53 B, Sikorsky kemudian mengembangkan seri C yang pernah dibuat hingga 44 biji. Bedanya hanya
pada penggantian turboshaft T64-GE-7 yang lebih kuat. Beberapa HH-53 C dipakai juga oleh NASA. Lantaran dianggap mampu untuk mencari
dan menggotong kapsul luar angkasa Apollo. Seri yang dianggap sarat dengan perangkat elektronik adalah HH-53 H. Berkemampuan terbang
segala cuaca (all weather capabilities). Lantaran tubuhnya dijejali perangkat sensor infra merah AAQ-10 plus radar penjejak lekuk bumi,
APQ-158. Perangkat ini pula yang membuat si "bongsor" sanggup terbang rendah mengikuti lekuk bumi. Atau bahasa kerennya
Nap-On-Earth, NOE.
Tercatat beberapa negara di luar AS diantaranya Israel, Jerman, dan Iran memakai keluarga besar CH-53 ini. Selain di
Vetnam, bermacam operasi militer lain diberbagai belahan bumi pernah dilakoninya. Salah satunya adalah Operasi
Blue Light pada tahun 1980. Tujuannya menyelamatkan warga negara AS yang disandera kaum militan Iran di Kedubes AS. Sekitar delapan RH-53 D, yaitu versi
AL dari CH-53 D disiapkan tanpa identitas sedikitpun di badannya. Musibahpun terjadi saat salah satu rotor dari RH 53 itu menyabet
bagian ekor EC-130 H Hercules saat ingin mengisi bahan bakar di udara.
Keduanya pun berkeping-keping menghujam ke gurun. Tapi rupanya serpihan ini juga merusak heli-heli lain yang saat itu
terbang dalam formasi yang cukup berdekatan. Operasi yang boleh dibilang gagal ini membawa kerugian sebuah EC-130 H dan tujuh RH-53 D.
Plus delapan korban tewas dan tak terhitung yang
terluka.(Sy/Avi)