ANGKASA N0.7 APRIL 2000 TAHUN X  

Sikorsky S-65 (HH-53) Super Jolly


  Laporan Utama
Airshow
Aerobatik
Cakrawala
Fenomena
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Pesawat Militer
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi
Wawancara

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
ORIGAMI  

Sikorsky S-65 (HH-53) Super Jolly

Sikorsky S-65 Super Jolly Sikorsky S-65 Super Jolly

Perang Korea memberi pelajaran bahwa helikopter merupakan sarana penolong vital. Saat itu Bell dengan model 47 (registrasi militer H-13) selalu wora-wiri di medan pertempuran. Berbekal dua container dikanan-kirinya untuk membawa korban. Desingan peluru-peluru anti serangan udara Tentara Merah (Red Army) bak tirai yang tak tertembus menjadi masalah tersendiri.

Keterlibatan militer AS dalam konflik di Vietnam, terutama dengan kekuatan udaranya mau tak mau menimbulkan korban. Awalnya adalah Kaman HH-43 dan Sikorsky HH-3E yang dijadikan tulang punggung regu penolong. Sayang keduanya berjarak jangkau terbatas. Apalagi armada F-4 Phantom dan F-105 Thunderchief sering beranjang sana sampai ke Hanoi. Apa boleh buat AU AS membutuhkan heli penolong jarak jauh.

AU AS kemudian melirik S-65 A/CH-53 A yang saat itu telah dipakai oleh Marinir. Lantaran dirasa tak cukup waktu untuk menciptakan sebuah heli yang sama sekali baru. Maka dipesanlah delapan CH-53 versi AU-nya dengan kode HH-53 B Super Jolly. Heli dengan enam rotor blade berkapasitas 38 pasukan atau 24 tandu ini terbang untuk pertama kalinya pada Bulan Maret 1967.

Beberapa perangkat yang sesuai dengan permintaan pihak AU-pun ditambahkan. Sebanyak tiga senapan mesin gatling (multi laras) kaliber 7,62 milimeter ditempatkan disamping dan belakang (ramp door). Fungsi senjata yang digerakkan secara elektrik ini untuk membalas tembakan-tembakan dari darat. Atau "membersihkan" daerah pendaratan dari penyusup Vietkong. Lapisan baja juga ditambahkan untuk melindungi crew yang berjumlah enam orang.

Jarak jangkau yang mencapai 869 kilometer dengan dua tangki cadangannya masih dapat ditingkatkan dengan adanya fasilitas pengisian bahan bakar di udara. Tambahan lagi sebuah katrol penolong juga ditempatkan pada pintu bagian depan.

Merasa sukses dengan HH-53 B, Sikorsky kemudian mengembangkan seri C yang pernah dibuat hingga 44 biji. Bedanya hanya pada penggantian turboshaft T64-GE-7 yang lebih kuat. Beberapa HH-53 C dipakai juga oleh NASA. Lantaran dianggap mampu untuk mencari dan menggotong kapsul luar angkasa Apollo. Seri yang dianggap sarat dengan perangkat elektronik adalah HH-53 H. Berkemampuan terbang segala cuaca (all weather capabilities). Lantaran tubuhnya dijejali perangkat sensor infra merah AAQ-10 plus radar penjejak lekuk bumi, APQ-158. Perangkat ini pula yang membuat si "bongsor" sanggup terbang rendah mengikuti lekuk bumi. Atau bahasa kerennya Nap-On-Earth, NOE.

Tercatat beberapa negara di luar AS diantaranya Israel, Jerman, dan Iran memakai keluarga besar CH-53 ini. Selain di Vetnam, bermacam operasi militer lain diberbagai belahan bumi pernah dilakoninya. Salah satunya adalah Operasi Blue Light pada tahun 1980. Tujuannya menyelamatkan warga negara AS yang disandera kaum militan Iran di Kedubes AS. Sekitar delapan RH-53 D, yaitu versi AL dari CH-53 D disiapkan tanpa identitas sedikitpun di badannya. Musibahpun terjadi saat salah satu rotor dari RH 53 itu menyabet bagian ekor EC-130 H Hercules saat ingin mengisi bahan bakar di udara.

Keduanya pun berkeping-keping menghujam ke gurun. Tapi rupanya serpihan ini juga merusak heli-heli lain yang saat itu terbang dalam formasi yang cukup berdekatan. Operasi yang boleh dibilang gagal ini membawa kerugian sebuah EC-130 H dan tujuh RH-53 D. Plus delapan korban tewas dan tak terhitung yang terluka.(Sy/Avi)



Laporan Utama | Airshow | Aerobatik | Cakrawala | Fenomena | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Pesawat Militer | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi | Wawancara |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media