Dua pesawat tempur F-16 TNI AU dari Skadron Udara 3, Iswahjudi, Madiun
berhasil menembakkan dua buah rudal AGM-65G
Maverick tepat diatas sasaran di Pantai
Rambang, Pulau Lombok, Rabu (2/8/2000). Maverick diluncurkan dari ketinggian 1.000 kaki
pada jarak 3.000 mil oleh dua penerbang F-16, Mayor Pnb Fachri Adami dan Kapten Pnb
Agung Sasongkojati.
Penembakan rudal infra red seeker buatan Huges Aircraft-Raytheon seharga 1
juta dollar AS perbuah ini merupakan yang pertamakali setelah sepuluh tahun dimiliki TNI
AU. Sebelumnya TNI AU juga telah berhasil mengujicoba rudal AIM-9
Sidewinder.
KSAU Marsekal TNI Hanafie Asnan mengatakan, ujicoba penembakan ini
sekaligus untuk membuktikan kehandalan pesawat dan penerbang tempur TNI AU serta
menepis anggapan bahwa F-16 yang dimiliki TNI AU tidak punya kemampuan untuk menembak.
Penembakan Maverick di Rambang adalah bagian utama dari rangkaian latihan
Operasi Sikatan Daya 2000 yang digelar jajaran Komando Operasi TNI AU II (Koopsau
II) bekerjasama dengan Komando Armada Wilayah Timur (Koarmatim) TNI AL
sekaligus dalam rangka pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan III yang berada
di wilayah Timur Indonesia.
Disamping penembakkan Maverick, dua F-16 lainnya diterbangkan oleh Kolonel
Pnb Drajad Rahardjo melepaskan delapan bom MK-82 menggenapkan target sasaran
sehingga hancur berkeping-keping.
Latihan Operasi Sikatan Daya 2000 merupakan latihan operasi rutin tahunan
agenda dari Koopsau II. Dalam operasi di Pulau Lombok kali ini Koopsau II menggelar
seluruh jajaran kekuatannya termasuk pesawat tempur lain yakni
Hawk Mk-53 dari Skadron Udara 15 Iswahjudi, OV-10
Bronco Lanud Abdulrachman Saleh, Malang serta F-5E
Tiger Skadron Udara 14 Iswahjudi.
Hawk Mk-53 dan OV-10 Bronco menembakkan roket FFAR 2,75 inci dan peluru
Aden Gun kaliber 12,7 dan 30 mm. Sedangkan F-5E melakukan
air recovering dari ketinggian 25.000 kaki.
(ron/dik)