Dalam rangka meningkatkan kemampuan tempur perorangan pasukan, TNI bermaksud menambah jumlah NVG (Night Vision Goggle). Perangkat yang lebih dikenal dengan sebutan teropong malam ini rencananya akan disebar ke seluruh pasukan inti TNI, termasuk juga bagi Paskhas AU. Untuk itu pada Selasa malam (29/8/2000) bertempat di lapangan tembak Skadron 465, Paskhas, Pondok Gede, diadakan uji coba perangkat NVG ini.
Dua NVG, masing-masing berasal dari Kanada dan Rusia unjuk kebolehan menembus kegelapan tanpa bantuan cahaya sedikitpun. Paskhas yang mewakili user (pengguna) diberi kesempatan untuk menguji kedua alat itu. Uji coba pertama adalah pengukuran berat alat yang tak boleh lebih dari 700 gram. Kemudian dilanjutkan dengan pengamatan sasaran sejauh 100, 200, dan 500 meter. Dengan atau tanpa menggunakan fasilitas infra merah (IR illumination). Rampung uji pengamatan kemudian diteruskan uji ketahanan dengan menyelupkan NVG kedalam air selama sepuluh menit.
"Biar kita tahu kemampuan operasinya saat dibawa hujan-hujan", ujar Letkol Psk. Wahyudin K, Dan. Skadron 461 Paskhas kepada Angkasa di sela-sela pengujian. Sayangnya NVG asal Kanada keburu macet saat uji pengamatan. Otomatis hanya NVG Baigysh 27 asal Rusia yang mampu menyelesaikan semua uji coba.
Sebagai catatan, Baigysh 27 memiliki berat total sekitar 550 gram dengan kemampuan identifikasi detil sasaran hingga sejauh 200 meter. Kemampuan ini akan meningkat dengan adanya piranti zoom . Sebagai sumber tenaga adalah dua batu baterai AA alkaline yang dapat bertahan kurang lebih selama 30 menit.
Sebenarnya pada awal rencana pengadaan, ada sekitar delapan produk NVG yang bersaing. Faktor berat, kecepatan reaksi, kemampuan anti air, kelangsungan suku cadang, dan juga harga merupakan kriteria yang harus dipenuhi. Hanya empat produk yang sesuai dengan kriteria yang diberikan TNI. Tapi itupun hanya dua yang lolos maju ke uji coba. Salah satu yang buatan Inggris batal di uji coba lantaran terkena kebijakan embargo dari negara asal. "Agar tak seperti membeli kucing dalam karung", kata Kolonel Ismudjono, Panitia pengadaan dari Babek (Badan Perbekalan) TNI, menjawab alasan uji coba ini.
Walau tak disebutkan jumlah dan harga pastinya , tapi diperkirakan TNI akan memboyong lebih dari 100 unit NVG baru yang akan disebar ke ketiga angkatan. Sebelumnya Paskhas sebenarnya sudah kerap menggunakan NVG dari jenis M 972/3 yang telah dimilikinya. Teropong malam buatan pabrik Litton Amerika ini pertama kali digunakan pada tahun 1996. (avi)