TNI AU dipastikan membeli 12 helikopter ringan
(light single-turbine helicopter) Eurocopter EC-120B
Colibri untuk menggantikan helikopter Bell 47G
Solloy yang dioperasikan sebagai helikopter latih di Skadron 7 Lanud Kalijati. Hal tersebut dijelaskan
Asisten Perencanaan dan Anggaran KSAU Marsda TNI IG Bagus Wirya usai
peringatan HUT TNI ke-55 di Cilangkap (5/10).
Menurut Wirya, dana pembelian 12 heli ini diambilkan
dari kredit ekspor (KE). "Dananya dari KE. Minggu ini akan
dilakukan penandatangan pembelian di Dephan," kata Wirya. Sesuai
perjanjian antara kedua pemerintah, jelas Wirya, pesawat pertama akan
dikirim lima bulan setelah penandatanganan. "Negosiasi teknis sudah
dilakukan dan memenuhi technical requirement. Heli ini nantinya bisa
digunakan untuk latih mula dan latih lanjut, karena terpasangnya
sling dan hoist," jelasnya lagi.
Menurut Wirya harganya sekitar 800.000 dollar AS per unit. Pesawat produksi Perancis yang bisa membawa 3-4 penumpang ini,
sangat dibutuhkan Angkatan Udara untuk mencetak penerbang helikopter tidak
hanya untuk TNI AU tapi juga TNI. Nantinya Colibri secara bertahap
akan menggantikan helikopter Solloy yang akan dipensiunkan TNI AU
tahun 2003.
Sementara TNI AL, seperti diakui KSAL Laksamana TNI Ahmad
Sutjipto di Cilangkap dipastikan juga akan membeli empat helikopter Mil
Mi-17 Hip. "Kita sudah cocok secara teknis maupun harga. Kita coba beli tiga atau empat dulu," jelas Sutjipto. Kadisnerbal Laksma TNI Yayun
Riyanto membenarkan rencana pembelian dengan mengatakan, bahwa Sabtu ini
(7/10) akan berangkat empat perwira TNI AL ke Rusia untuk
melakukan pembicaraan dengan pemerintah Rusia. Mi-17 akan dioperasikan TNI AL untuk mendukung mobilitas marinir.
Disamping itu, TNI AL sebenarnya juga tengah menunggu tiga
heli NBO-105 OTHT (over the horizon target) serta beberapa NC-212 berkemampuan intai
maritim dari PT Dirgantara Indonesia (nama baru IPTN-Red). Dari tiga
helinya, sebuah sudah selesai 100 persen, sementara dua lagi baru 76
persen. Namun karena embargo Amerika, jelas Yayun, peralatan intai
taktisnya belum bisa diperoleh.(ben)