Breaking News 5 Oktober 2000 (17:31 WIB) ANGKASA N0.12 SEPTEMBER 2000 TAHUN X  

TNI AU DAN AL Beli Helikopter


  Laporan Utama
Antariksa
Bandara
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
BREAKING NEWS  

TNI AU dan AL Beli Helikopter

EC-120B Colibri EC-120B Colibri/Foto:Eurocopter

TNI AU dipastikan membeli 12 helikopter ringan (light single-turbine helicopter) Eurocopter EC-120B Colibri untuk menggantikan helikopter Bell 47G Solloy yang dioperasikan sebagai helikopter latih di Skadron 7 Lanud Kalijati. Hal tersebut dijelaskan Asisten Perencanaan dan Anggaran KSAU Marsda TNI IG Bagus Wirya usai peringatan HUT TNI ke-55 di Cilangkap (5/10).

Menurut Wirya, dana pembelian 12 heli ini diambilkan dari kredit ekspor (KE). "Dananya dari KE. Minggu ini akan dilakukan penandatangan pembelian di Dephan," kata Wirya. Sesuai perjanjian antara kedua pemerintah, jelas Wirya, pesawat pertama akan dikirim lima bulan setelah penandatanganan. "Negosiasi teknis sudah dilakukan dan memenuhi technical requirement. Heli ini nantinya bisa digunakan untuk latih mula dan latih lanjut, karena terpasangnya sling dan hoist," jelasnya lagi.

Menurut Wirya harganya sekitar 800.000 dollar AS per unit. Pesawat produksi Perancis yang bisa membawa 3-4 penumpang ini, sangat dibutuhkan Angkatan Udara untuk mencetak penerbang helikopter tidak hanya untuk TNI AU tapi juga TNI. Nantinya Colibri secara bertahap akan menggantikan helikopter Solloy yang akan dipensiunkan TNI AU tahun 2003.

Sementara TNI AL, seperti diakui KSAL Laksamana TNI Ahmad Sutjipto di Cilangkap dipastikan juga akan membeli empat helikopter Mil Mi-17 Hip. "Kita sudah cocok secara teknis maupun harga. Kita coba beli tiga atau empat dulu," jelas Sutjipto. Kadisnerbal Laksma TNI Yayun Riyanto membenarkan rencana pembelian dengan mengatakan, bahwa Sabtu ini (7/10) akan berangkat empat perwira TNI AL ke Rusia untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah Rusia. Mi-17 akan dioperasikan TNI AL untuk mendukung mobilitas marinir.

Disamping itu, TNI AL sebenarnya juga tengah menunggu tiga heli NBO-105 OTHT (over the horizon target) serta beberapa NC-212 berkemampuan intai maritim dari PT Dirgantara Indonesia (nama baru IPTN-Red). Dari tiga helinya, sebuah sudah selesai 100 persen, sementara dua lagi baru 76 persen. Namun karena embargo Amerika, jelas Yayun, peralatan intai taktisnya belum bisa diperoleh.(ben)


Laporan Utama | Antariksa | Bandara | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media