ANGKASA N0.12 SEPTEMBER 2000 TAHUN X  

Raih 1.000 Jam F-16

Desertifikasi Ala Lanud Iswahjudi


  Laporan Utama
Airline
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Hobi
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Liputan Khusus
Lukisan Dirgantara
Lobi
Notam
Militer
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Wawancara

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
CAKRAWALA  

"Jaguar"
Raih 1.000 Jam F-16

Kapten Pnb MJ "Jaguar" Hanafie Kapten Pnb MJ "Jaguar" Hanafie/Foto: Agung Sasongkojati

Skadron "Sarang Naga" Udara 3, Iswahjudi, kembali melahirkan penerbang handal yang telah meraih angka 1.000 jam terbang dengan jet tempur F-16 Fighting Falcon. Sang penerbang tempur tidak lain adalah Kapten Pnb MJ Hanafie, lulusan program Ikatan Dinas Pendek (IDP) TNI AU ke VI. Hanafie, yang di lingkungan penerbang tempur TNI AU dikenal dengan call sign "Jaguar" , membukukan 1.000 jam terbang dengan F-16 dalam rute penerbangan Iswahjudi-Selat Lombok-Iswahjudi. Saat itu, 2 Agustus 2000, ia mengemban tugas menghancurkan simulasi kapal perang di Pantai Rambang dengan bom Mk-82, dalam latihan operasi bersandi Sikatan Daya 2000.

Selepas lulus dari SMAN II Malang tahun 1988, Hanafie sempat memilih kuliah di Politeknik Unbraw. Namun kemudian jiwa pemuda tegap itu meronta untuk bisa bergabung dengan kesatuan penerbang tempur TNI AU. Dan, pucuk dicinta ulam tiba, karena saat itu ia mendengar ada pembukaan untuk jadi penerbang tempur lewat program IDP. Kesempatan emas tidak disia-siakannya begitu saja. Hanafie berjuang keras melewati seleksi. Dan dia beruntung, karena dinyatakan memenuhi syarat.

Maka perlahan impiannya mulai mencercahkan cahaya. Pada 26 Januari 1991, ia mendapatkan Wing Penerbang dari Sekbang TNI AU angkatan VXII. Sejak saat itulah tugas-tugas militer sebagai penerbang di kesatuan tempur mulai ia lakoni. Hanafie ditempatkan di kesatuan buru sergap F-5E Tiger II Skadron "Sarang Macan" Udara 14.

Tiga tahun setelah menjalani godokan keras di Skadron 14, akhirnya ia ditarik ke kesatuan tempur F-16, Oktober 1994. Dalam masa enam tahun inilah akhirnya ia berhasil mengumpulkan 1.000 jam terbang dengan F-16. Sedangkan total jam terbangnya sendiri kini sudah mencapai 2.100 jam.

Sebagai penerbang F-5 dan F-16, Hanafie sudah mendapat penugasan hampir di seluruh pelosok tanah air bahkan hingga ke Eropa. Begitupun ke negara-negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Malaysia. Tahun 1998 ia berhasil mendapatkan pendidikan instruktur penerbang di Lanud Adisutjipto. Mulailah ia menjadi Instruktur Penerbang F-16 di kesatuan Skadronnya. Sekarang, dengan kualifikasi Flight Leader, ia menjabat Komandan Flight Ops "C" Skadron Udara 3.

Begitulah perjalanan Hanafie putra H Hasan Ahmad, purnawirawan TNI AU (Alm) setidaknya hingga tulisan ini diturunkan. Dengan menjadi penerbang tempur ia telah menunjukkan dirinya sebagai profil pemuda bangsa. Jalan memang masih membentang panjang, tapi setapak demi setapak jalan itu telah ia lalui. Kebahagiaan pun kini tengah ia arungi bersama istri tercinta Florensia Herienda dan putrinya Savana Nadira Hanasia.

Adakah cita-citanya yang masih belum terlaksana? "Saya ingin menunaikan ibadah haji," ujarnya. Sekelebatan ia terlihat menerawang. Seolah mengenang kembali pesan mulia dari mendiang ayahnya, yang juga seorang mubaligh terkemuka. (sharky/ron)


SEKBANG LXI DIDIK 15 SISWA

Sebelas siswa Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) angkatan ke-15, dari pertengahan Juli sampai akhir Desember 2000 mengikuti Sekolah Penerbang (Sekbang) LXI di Skadron Udara 7 Lanud Kalijati Kabupaten Subang. Sebelum ke Skadron Udara 7 mereka belajar menerbangkan helikopter Bell L-47G Soloy. Sebelumnya mereka sudah mengantongi 80 jam terbang pesawat AS 202 Bravo di Skadron Pendidikan (Skadik) 101, Lanud Adisucipto, Yogyakarta. Siswa PSDP 15 semula jumlahnya 18 orang, terbagi 11 siswa helikopter, enam siswa pesawat T-34C Charlie dan seorang tidak lulus. Selama di Skadron Udara 7 mereka memperoleh 100 jam terbang dan pelajarannya terdiri : Familirization, Fundamental, Hover, Circuit, Confined Area, Pinacle Ridgeline, Float, Sling, Formasi, Instrument, Night Flight, Cross Country dan Emergency. Lulus dari Kalijati mereka kembali berkumpul dengan sesama siswa PSDP 15 di Yogyakarta, kemudian meneruskan pendidikan kematraan selama tujuh bulan. Lulusan Sekbang LXI dilantik menjadi perwira penerbang Juli 2001, lalu bertugas di matra masing-masing, TNI AD, TNI AL dan Polri. Kini sebagai Komandan Skadron Udara 7 saat ini adalah Letkol Pnb. Widiantoro merangkap Kepala Sekbang LXI/Helikopter.(mar)


Laporan Utama | Airline | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Hobi | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Liputan Khusus | Lukisan Dirgantara | Lobi | Notam | Militer | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Wawancara |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media