Pembaca yang budiman, tanpa terasa kita telah memasuki catur wulan terakhir tahun 2000. Bulan ini kembali majalah
kesayangan Anda tampil dengan sejumlah laporan mutakhir dari dunia kedirgantaraan. Anda tentu masih
ingat, pekan terakhir bulan Juli, pesawat Concorde
mengalami musibah di kota kecil Gonesse, dekat Paris. Menyusul kejadian itu, badan keselamatan penerbangan Inggris
dan Perancis mengumumkan menangguhkan izin kelaikan terbang Concorde hingga waktu tak terbatas. Segera saja banyak
kalangan khawatir, bahwa sementara penggantinya belum ada, satu-satunya layanan penerbangan supersonik yang ada di dunia pun
terancam berakhir. Perkembangan terakhir di sekitar Concorde pasca tragedi Juli itu mewarnai isi edisi September majalah ini.
Ada pun sebagai laporan utama, Redaksi mengangkat masalah angkutan atau kargo udara. Mungkin saja isu ini tidak seglamor
isu penerbangan supersonik. Tetapi pada kenyataannya, kargo udara memiliki peranan yang makin besar di bidang pembangunan
ekonomi. Seperti kita tahu, salah satu kunci keberhasilan ekonomi adalah peningkatan kegiatan ekspor. Berbagai komoditi andalan
Indonesia, mulai dari hasil alam, hutan, dan lautan, atau kerajinan tangan, dan hasil industri lain, banyak memerlukan dukungan kargo udara
untuk bisa sampai ke pembelinya di mancanegara. Lalu karena selama krisis dan meningkatnya nilai dollar produk Indonesia dinilai
lebih murah, maka sebenarnya kegiatan kargo udara pun malah menguat.
Selain itu, edisi bulan ini juga mengetengahkan tulisan khusus mengenai penerbangan di era Hindia Belanda, sebagai bagian dari
upaya majalah ini untuk menggali sejarah penerbangan yang pernah ada di bumi Nusantara.
Dalam rubrik wawancara dapat pula Anda ikuti pandangan pimpinan baru Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan)
Dr Mahdi Kartasasmita. Sebagai bangsa besar di satu pihak memang kita ingin terus mengembangkan riset dan pengembangan di
bidang keantariksaan, tidak saja untuk mencari peluang baru di berbagai bidang tetapi juga untuk menambah kejayaan bangsa. Namun kita
juga sangat menyadari, bahwa kegiatan ini menuntut biaya yang tidak sedikit. Tugas Kepala Lapan yang baru tentu saja
termasuk mengkombinasikan dua hal di atas.
Selebihnya, pembaca dapat pula mengikuti ekstra laporan dari arena pameran kedirgantaraan Farnborough, Inggris, Juli lalu, lalu
juga tentang pesawat angkut masa depan FLA (Future Large Aircraft) hasil rancangan Eropa yang diproyeksikan sebagai penerus
Hercules asal Eropa, dan tidak ketinggalan kisah nyata tentang pilot-pilot jagoan
Mustang.
Harapan kami tentu saja Anda akan senang dengan sajian kami bulan ini, dan lebih jauh lagi semua itu dapat
memperkaya pengetahuan dan wawasan kita semua mengenai dunia kedirgantaraan yang dari waktu ke waktu terus mengalami kemajuan, meski
di sana-sini juga diwarnai lembaran muram seperti kejadian musibah Concorde.
Menarik pula untuk disimak bahwa pada Oktober nanti, selain edisi reguler, Angkasa juga akan meluncurkan edisi koleksi. Edisi
yang akan hadir beberapa kali dalam setahun ini akan diawali dengan subyek 'Pesawat Tempur Sepanjang Masa'. Fisiknya prima hingga
kami yakin para pembaca budiman akan puas untuk mengkoleksinya. Kehadirannya akan diikuti Kalender 2000 dengan gambar yang juga
tak kalah menarik. Tunggu saja.
Redaksi