ANGKASA N0.12 SEPTEMBER 2000 TAHUN X  

LOBI


  Laporan Utama
Airline
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Hobi
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Liputan Khusus
Lukisan Dirgantara
Lobi
Notam
Militer
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Wawancara

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
LOBI  

Sherina Munaf:
Konsekuensi Ngetop

Sherina Munaf Sherina Munaf

Di antara bintang yang mujur dalam karir di jalur budaya pop, satu yang menonjol adalah Sherina Munaf. Tampil dengan sebuah album yang musiknya digarap oleh Elfa Secioria, Sherina membukukan sukses besar. Album pertama tersebut - Andai Aku besar Nanti - sangat laris dan membuat namanya melambung. Sang ayah -Triawan Munaf- tidak berhenti dengan sukses itu. Menggandeng Mira Lesmana ia mendanai produksi film Petualangan Sherina (PS) yang diputar di bioskop-bioskop kelas satu di masa liburan sekolah kemarin. Film ini pun sukses bukan alang-kepalang.

Sukses film diiringi pula dengan sukses penjualan album soundtrack (musik film) Lihatlah Lebih Dekat (LLD). Hingga awal Agustus lalu, album ini sudah terjual 250.000 kopi. Tentu saja ini melahirkan penghargaan platinum bagi Sherina, karena penjualan melebihi 150.000. Penghargaan ini sendiri diberikan oleh Direktur Ceepee Record, distributor album LLD, Tantowi Yahya, di Jakarta 9 Agustus lalu. Tantowi, seperti dikutip Warta Kota menyebutkan, album itu laris bahkan sebelum beredar, karena banyak pedagang yang inden, di antaranya ada yang pesan 50.000 kopi.

Untuk mendengar kisah sukses gadis kecil berusia 10 tahun - lahir 11 Juni 1990 - ini, juga untuk mengetahui komentarnya tentang dunia penerbangan, wartawan Angkasa Ninok Leksono yang sekali waktu mengikuti acaranya bersama Twilite Strings, mengajaknya berbincang Agustus lalu. Berikut adalah petikannya.

Angkasa (#) : Apa perasaan Sherina setelah film "Petualangan Sherina" banyak ditonton orang - malah kabarnya ada yang sampai pingsan untuk menonton film tersebut ?
Sherina
(*) : Senang banget filmku ditonton orang banyaaaak sekali...Tapi aku kasihan sama yang antre terus...eh nggak kebagian tiket lagi. Apalagi sama yang pingsan. Malah kira-kira dua minggu lalu (sekitar akhir Juli-Red) Aku sama tante Mira (Lesmana - produser film) dan Ibuku menengok seorang ibu yang tangannya luka-luka kena pintu kaca yang pecah sewaktu antre tiket "PS" di bioskop Metropolitan 21 Bekasi. Ibu tersebut - Bu Djoko namanya - senang kami tengok. Malah ia lalu membuat ayam goreng untuk kami. Kami pun lalu makan bersama keluarga Bu Djoko, dan tetangga-tetangganya. Menurut penuturan Tante Mira, hingga 8 Agustus 2000 film "PS" telah ditonton 1.018.000 orang...

# : Setelah "PS" sudah ada rencana buat film lagi ?
* : Belum. Yang ngatur kan ibu sama ayahku. Banyak sih yang minta aku main film lagi. Tetapi aku kan penyanyi bukan pemain film.

# : Juga sudah rencana membuat album kaset atau CD lagi ?
* : Belum ada. Aku mau sekolah dulu. Capek kalau rekaman-rekaman terus.

# : Dengan kesibukan yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya ketenaran, bagaimana dengan pelajaran di sekolah ?
* : Waktu syuting film, ranking di kelas turun jadi keempat. Tetapi waktu naik ke kelas V kemarin itu, aku ranking kesatu lagi. Lumayan kan ?

# : Sekarang tentang penerbangan. Apakah Sherina takut terbang ?
*: Yang takut terbang itu Ayahku. Kalau aku sih nggak takut. Berdoa saja Al Fatihah sebelum pesawatnya naik atau turun.

# : Awal tahun ini Sherina ikut menjemput gorila ke Jepang, apakah itu penerbangan jarak jauh yang pertama untuk Sherina ?
* : Bukan gorila Om!!, tapi orangutan, bayinya lagi. Iya, itu penerbangan pertamaku yang jauh. Sebelum itu, yang paling jauh Australia. Liburan kemarin aku ke Inggris dan Perancis. Lamaaaaa sekali terbangnya. Tapi aku tidur terus jadi tahu-tahu udah nyampe...

# : Bayangan apa yang muncul bila melihat pramugari pesawat ?
* : Kalau lihat pramugari aku ingat untuk minta ke kokpit tempat pilot. Waktu pulang dari Jepang aku juga diajak pilot duduk di kokpit. Juga waktu pulang dari Yogya, aku juga duduk di kokpit.

# : Tempat mana saja yang sudah Sher kunjungi - di Tanah Air dan di luar negeri ?
* : Aku sudah ke Padang, Bukittinggi, Yogya, Surabaya, Semarang, Bandung sih pasti, Bali, Medan, Danau Toba, Lombok, London, Paris, Jepang, Singapura, Australia (ke Perth, Sydney, Gold Coast), dan ke Condet waktu tur keliling Jakarta sama (harian) Warta Kota.

# : Dulu Sher pernah bilang punya cita-cita jadi detektif. Masih tetap itu atau mau terus jadi penyanyi ?
* : Aku belum tahu mau jadi apa. Bagaimana nanti saja deh. Kalau memang ditakdirkan jadi detektif aku senang, tapi jadi yang lain juga nggak apa-apa. Siapa tahu malah jadi pilot. Jadi waktu mengumumkan lewat speaker kepada penumpang bisa pakai nada lagu, supaya penumpangnya terhibur...



Laporan Utama | Airline | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Hobi | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Liputan Khusus | Lukisan Dirgantara | Lobi | Notam | Militer | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Wawancara |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media