Di antara bintang yang mujur dalam karir di jalur budaya pop, satu yang menonjol adalah
Sherina Munaf. Tampil dengan sebuah album yang
musiknya digarap oleh Elfa Secioria, Sherina membukukan sukses besar. Album pertama tersebut -
Andai Aku besar Nanti - sangat laris dan membuat namanya melambung. Sang ayah -Triawan Munaf- tidak berhenti dengan sukses itu. Menggandeng Mira Lesmana ia mendanai
produksi film Petualangan Sherina (PS) yang diputar di bioskop-bioskop kelas satu di masa liburan sekolah kemarin. Film ini pun sukses bukan
alang-kepalang.
Sukses film diiringi pula dengan sukses penjualan album
soundtrack (musik film) Lihatlah Lebih
Dekat (LLD). Hingga awal Agustus lalu, album ini sudah terjual 250.000 kopi. Tentu saja ini melahirkan penghargaan platinum bagi Sherina, karena penjualan melebihi 150.000. Penghargaan
ini sendiri diberikan oleh Direktur Ceepee Record, distributor album LLD, Tantowi Yahya, di Jakarta 9 Agustus lalu. Tantowi, seperti dikutip
Warta Kota menyebutkan, album itu laris bahkan sebelum beredar, karena banyak pedagang yang inden, di antaranya ada yang pesan 50.000 kopi.
Untuk mendengar kisah sukses gadis kecil berusia 10 tahun - lahir 11 Juni 1990 - ini, juga untuk mengetahui komentarnya tentang
dunia penerbangan, wartawan Angkasa Ninok
Leksono yang sekali waktu mengikuti acaranya bersama Twilite Strings, mengajaknya
berbincang Agustus lalu. Berikut adalah petikannya.
Angkasa (#) : Apa perasaan Sherina setelah film "Petualangan Sherina" banyak ditonton orang - malah kabarnya ada yang sampai
pingsan untuk menonton film tersebut ?
Sherina (*) : Senang banget filmku ditonton orang banyaaaak sekali...Tapi aku kasihan sama yang antre
terus...eh nggak kebagian tiket lagi. Apalagi sama yang pingsan. Malah kira-kira dua minggu lalu (sekitar akhir
Juli-Red) Aku sama tante Mira (Lesmana - produser film) dan
Ibuku menengok seorang ibu yang tangannya luka-luka kena pintu kaca yang pecah sewaktu antre tiket "PS" di bioskop Metropolitan 21 Bekasi.
Ibu tersebut - Bu Djoko namanya - senang kami tengok. Malah ia lalu membuat ayam goreng untuk kami. Kami pun lalu makan bersama
keluarga Bu Djoko, dan tetangga-tetangganya. Menurut penuturan Tante Mira, hingga 8 Agustus 2000 film "PS" telah ditonton 1.018.000
orang...
# : Setelah "PS" sudah ada rencana buat film lagi ?
* : Belum. Yang ngatur kan ibu sama ayahku. Banyak sih yang minta aku main film lagi. Tetapi aku kan penyanyi bukan pemain film.
# : Juga sudah rencana membuat album kaset atau CD lagi ?
* : Belum ada. Aku mau sekolah dulu. Capek kalau rekaman-rekaman terus.
# : Dengan kesibukan yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya ketenaran, bagaimana dengan pelajaran di sekolah ?
* : Waktu syuting film, ranking di kelas turun jadi keempat. Tetapi waktu naik ke kelas V kemarin itu, aku ranking kesatu lagi.
Lumayan kan ?
# : Sekarang tentang penerbangan. Apakah Sherina takut terbang ?
*: Yang takut terbang itu Ayahku. Kalau aku sih
nggak takut. Berdoa saja Al Fatihah sebelum pesawatnya naik atau turun.
# : Awal tahun ini Sherina ikut menjemput gorila ke Jepang, apakah itu penerbangan jarak jauh yang pertama untuk Sherina ?
* : Bukan gorila Om!!, tapi orangutan, bayinya lagi. Iya, itu penerbangan pertamaku yang jauh. Sebelum itu, yang paling jauh
Australia. Liburan kemarin aku ke Inggris dan Perancis. Lamaaaaa sekali terbangnya. Tapi aku tidur terus jadi tahu-tahu udah
nyampe...
# : Bayangan apa yang muncul bila melihat pramugari pesawat ?
* : Kalau lihat pramugari aku ingat untuk minta ke kokpit tempat pilot. Waktu pulang dari Jepang aku juga diajak pilot duduk di kokpit.
Juga waktu pulang dari Yogya, aku juga duduk di kokpit.
# : Tempat mana saja yang sudah Sher kunjungi - di Tanah Air dan di luar negeri ?
* : Aku sudah ke Padang, Bukittinggi, Yogya, Surabaya, Semarang, Bandung sih pasti, Bali, Medan, Danau Toba, Lombok, London,
Paris, Jepang, Singapura, Australia (ke Perth, Sydney, Gold Coast), dan ke Condet waktu tur keliling Jakarta sama (harian)
Warta Kota.
# : Dulu Sher pernah bilang punya cita-cita jadi detektif. Masih tetap itu atau mau terus jadi penyanyi ?
* : Aku belum tahu mau jadi apa. Bagaimana nanti saja deh. Kalau memang ditakdirkan jadi detektif aku senang, tapi jadi yang lain juga
nggak apa-apa. Siapa tahu malah jadi pilot. Jadi waktu mengumumkan lewat speaker kepada penumpang bisa pakai nada lagu, supaya
penumpangnya terhibur...