Airbus A3XX/Foto: Airbus Industrie
|
Dalam hidup, urusan orang berbeda-beda. Ada urusan yang harus dilakukan, dan dilakukan dengan cepat; tetapi ada
pula urusan yang harus dilakukan, namun masih ada tenggang waktu. Dalam dunia penerbangan, urusan pertama cocok
dilayani oleh pesawat supersonik Concorde - meski hingga tulisan ini dibuat pertengahan Agustus pesawat itu masih
didaratkan (grounded) oleh maskapai Air France menyusul terjadinya kecelakaan di dekat Paris 25 Juli 2000 -, sedang jenis urusan
kedua bisa dilayani dengan pesawat konvensional biasa, syukur-syukur yang nyaman berbadan lebar.
Ketika industri angkutan udara sipil masih belum melihat prospek menyebar-luasnya layanan supersonik, apalagi
satu-satunya layanan yang ada dengan Concorde oleh British Airways dan Air France sempat terganggu karena musibah Juli
lalu, yang lalu dipacu adalah promosi layanan non-supersonik baru.
Salah satu layanan jenis ini yang tengah dipersiapkan adalah yang menggunakan pesawat superjumbo Airbus A3XX. Jet
ini belum akan diserahkan hingga tahun 2005, tetapi iklan yang memberi gambaran tentang layanan yang bisa ia berikan
sudah banyak bermunculan di berbagai majalah
kedirgantaraan internasional. Bahkan wartawan majalah
Angkasa telah diundang Airbus untuk melihat
mockup (model skala penuh) pesawat ini di pabriknya di Toulouse, Perancis.
Di majalah Aviation Week & Space
Technology terbitan Amerika misalnya, pada iklan beberapa halaman tersebut
di antaranya diberi ilustrasi foto A3XX sedang terbang malam hari di atas satu kota yang bermandi cahaya, disertai kalimat
"It doesn't just take you to your hotel. It is your
hotel (Ia bukan hanya membawa Anda ke hotel. Ia sendiri sudah merupakan
hotel Anda).
Lalu dalam empat lembaran lain dilukiskan sejumlah gambaran interior A3XX. Pertama diperlihatkan ruang
penerimaan (reception), dengan seorang pramugari yang sedang mempersilakan seorang penumpang naik ke dek atas, yang
disebutnya "your room (kamar Anda). Lembar kedua lebih impresif lagi, yaitu seorang penumpang duduk di pinggir tempat tidur
dengan dasi yang sudah dilepas tampak sedang melepas kancing lengan bajunya; sementara pasangannya tampak sedang
mandi (shower) di ruang berbentuk kapsul di latar depan. Pada lembar ketiga diperlihatkan bagian ruang lain yang lapang
untuk semacam toko/butik, dimana ada konter mainan dan suvenir, yang terkumpul pada bagian bebas cukai
(duty free). Aktivitas di bagian ini ditawarkan sebagai pengisi waktu sambil menunggu hidangan siap. Yang terakhir, siapa tahu penumpang
tidak bisa tidur tapi juga tidak ingin melakukan hal khusus. Untuk ini ditawarkan bar, yang menyediakan minuman
seperti sampanye atau jenis beralkohol lain.
Ringkasnya, Enjoy your stay at the A3XX. Jelas kalimat tersebut tidak lagi ucapan untuk satu penerbangan -
yang lazimnya berbunyi "Enjoy your
flight. Stay jelas menyiratkan "berada" atau "tinggal", dengan konsekuensi
kenyamanan lebih dari umumnya penerbangan.
Bagaimana persisnya semua itu akan dioperasikan kita belum mengetahuinya secara detil, tetapi jelas superjumbo
A3XX akan merupakan sesuatu yang sama sekali baru dalam dunia penerbangan. Pertama dengan adanya hampir 600
penumpang dalam satu pesawat dua lantai, yang mungkin akan menempuh penerbangan jarak jauh, dan kedua ia menawarkan
bentuk layanan baru selain dari unsur kecepatan supersonik yang tidak ia miliki.
Dalam konteks yang ada sekarang, kenyamanan di pesawat itu dimulai pada tempat duduk yang cukup lebar, jarak
ke kursi samping dan ke depan juga memadai, awak kabin ramah, hidangan lezat, ada hiburan aneka pilihan, ada
fasilitas telepon, dan sebagainya. Kini, seperti kita baca di atas, A3XX menawarkan kamar, kamar mandi, toko, bar, dan entah
apa lagi.
Namun demikian, kita akui bahwa perjalanan penerbangan itu sendiri adalah rangkaian proses dari yang paling awal
(mulai dari di terminal, saat check-in) hingga paling akhir (imigrasi, klaim bagasi, pabean, antre taksi). Tetapi pengalaman
di pesawat - sepanjang lebih dari 10 jam untuk penerbangan tipikal pesawat seukuran A3XX - jelas merupakan bagian
yang dominan. Nyaman di bagian ini, melahirkan kesan nyaman di bagian lain, meski mungkin ada kekurangan di sini.
Lepas dari kepentingan kenyamanan penumpang ini, penciptaan pesawat baru termasuk superjumbo
pertama-tama digerakkan oleh tumbuhnya pasar industri angkutan udara dunia, yang dari waktu ke waktu memang
memperlihatkan peningkatan.
Mudah-mudahan bangsa Indonesia juga dapat ikut ambil bagian dalam aktivitas yang diwarnai dinamika baru ini.
Bukan sekadar naik pesawat superjumbonya, tetapi dengan naik jet mutakhir ini sendiri menyiratkan, bahwa bangsa
Indonesia telah mampu ambil bagian lagi dalam aktivitas bisnis dalam skop internasional, yang dengan begitu juga
menyimpulkan adanya kemampuan finansial dan lain-lainnya lagi. Pada akhirnya, jet seperti superjumbo Airbus ini memang
merupakan simbol dan simbolisasi berbagai macam hal.
(nin)