Marsma TNI IG. Bambang Risharyanto/Foto: Angkasa/D.N. Yusuf
|
Kalau mau dibilang tegang, bisa juga. Coba bayangkan, bila salah menyusun skenario, lalu rudal
Maverick yang ditembakkan F-16 salah sasaran, bisa celaka. Apalagi Maverick adalah jenis rudal berhulu ledak sangat besar.
Tapi untunglah, bayangan itu tak terjadi. Marsma TNI IG. Bambang
Risharyanto, yang ditunjuk sebagai Direktur Latihan (Dirlat) pada pelaksanaan latihan Operasi Sikatan Daya 2000 yang digelar jajaran Koopsau II di
pesisir Rambang, Lombok Timur, 2 Agustus lalu, dapat menarik nafas lega seusai acara. "Saya bersyukur semua berjalan lancar," ujarnya.
Selain F-16 yang meluncurkan Maverick dan bom MK-82, dalam latihan operasi tahunan itu juga disertakan pesawat-pesawat tempur
Hawk Mk-53 dari Skadron Udara 15 dan OV-10
Bronco dari unit Lanud Abdurrachman Saleh, Malang. Hawk MK-53 dan OV-10 melakukan
fire demo dengan menembakkan roket-roket FFAR dan peluru kaliber 30 dan 12,7 mm.
Bagaimana Bambang mengatur semua itu? "Dalam satu bulan persiapan kami melakukan koordinasi jarak jauh dengan membuat posko-posko kendali. Relatif tak ada masalah kecuali soal waktu. Tadinya latihan operasi ini
akan dilaksanakan bulan Oktober, tapi dipercepat, hingga kami harus menggunakan waktu padat itu seefisien mungkin," lanjut alumnus AAU tahun 1972 yang seangkatan dengan Panglima Koopsau II Marsda TNI Alimunsiri Rappe.
Ada kegembiraan lain yang juga lebih berarti bagi Bambang yang menjabat sebagai Kepala Staf (Kas) Koopsau II ini. KSAU Marsekal TNI Hanafie Asnan yang datang dengan menggunakan helikopter
Puma untuk menyaksikan latihan tersebut memberi komentar yang membanggakannya. "Saya cukup puas, sebagaimana yang telah kita saksikan bersama," ujar KSAU kepada para wartawan.(ron)