ANGKASA N0.1 OKTOBER 2000 TAHUN XI  

Korsa Korps Prajurit Baret Jingga

ANGKASA IKUT OUT BOUND WING I PASKHAS

MK-53 SIAGA DI KUPANG


  Laporan Utama
Aerobatik
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Militer
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Peristiwa
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
CAKRAWALA  

MK-53 SIAGA DI KUPANG

Sebanyak satu flight jet lath tempur Hawk Mk 53 bersiaga di Lanud El Tari, Kupang. Kehadiran pesawat asal Skadron Udara 15 Lanud Iswahyudi, Madiun ini merupakan rangkaian upaya menegakkan Kedaulatan Udara RI di wilayah perbatasan dengan Timor Leste. Tak hanya pesawat, teknisi, dan perangkat pendukung saja. Tapi juga kelengkapan piranti tempur semacan roket FFAR dan kanon Aden berkaliber 30 milimeter ikutan digelar. Ketiga Hawk ini akan melaksanakan tugas patroli udara di sekitar wilayah perbatasan.

Menurut Pangkohanudnas, Marsda TNI Sony Rizani, penempatan pesawat tempur TNI AU pada pangkalan udara terdepan RI ini telah berlangsung sejak jajak pendapat dimulai. Keberadaan ini juga bakal terus berlanjut lantaran terkait dengan penerbangan asing. "Tapi operasi ini harus dilakukan sesuai dengan prosedur pelaksanaan" ujar Marsda TNI Sony Rizani, seperti yang dikutip dari Pentak IWY. Artinya sang pilot diwajibkan mengerti apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan.

Setelah Tim-tim berpisah, beberapa wilayah dianggap rawan oleh adanya penerbang asing. Semisal daerah "kantung" Oukussi yang merupakan wilayah Timor Leste. Kemudian di Barat Daya Kupang berjarak 90 mil laut terdapat pulau Asmhore Reef milik Australia. Selain itu adanya jalur penerbangan internasional Darwin-Kupang juga jadi pertimbangan. Kehadiran Hawk tadi adalah untuk menggantikan A-4 Skyhawk asal Skadron 11 yang telah bertugas selama satu bulan.(pentak IWY/avi).


HAMSANA TELAH TIADA

Marsma TNI (Pur) Hamsana (69) yang semasa Trikora dengan C-47 Dakota (T-480) berhasil meloloskan diri dari serangan pesawat Neptune Belanda sekembalinya menerjunkan pasukan di daerah Fak-Fak, akhir Agustus 2000 meninggal dunia di RS Sudirman, Jakarta. Jenazahnya dimakamkan keesokan harinya di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata.

Lulusan Sekolah Penerbang Lanjutan 1953 di Pangkalan Udara Andir ini pernah jadi Panglima Kodau VII, Kepala Sekretariat Umum dan Kepala Dinas Sejarah TNI AU, anggota MPR (1977-1982). Tanda jasanya antara lain Bintang Sakti, Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya, Satyalancana Gerakan Operasi Militer II (RMS), IV (Sumsel), VII (Aceh), IX (Irja), Medali Peringatan 10 Tahun AURI, Veteran Pejuang Kemerdekaan, dan Pembela Kemerdekaan RI.

Ayah dari lima putera dan delapan cucu ini telah tiada namun nama dan jasanya akan terkenang selalu khususnya bagi keluarga besar TNI AU. Namanya terukir dalam relief sejarah perjuangan bangsa terutama dalam pembebasan Irian Barat. Beberapa kali ikut operasi penerjunan dimasa Trikora dan perjuangan lainnya. (mar)



Laporan Utama | Aerobatik | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Militer | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Peristiwa | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media