ANGKASA N0.1 OKTOBER 2000 TAHUN XI  

Kabar Cathay Pacific

N250, Pilih Rugi atauImpas?

Koharmatau: Merawat Rudal dan Senjata Sendiri

Berlatih Senyum Tiap Hari

B-17 F Flying Fortress "Memphis Belle"

Sekali Lirik, Tembak Sajalah

Kenyamanan Penerbangan Kelas Satu

Qantas, 50 Tahun Merekat Indonesia

BMG Butuh Moderenisasi Alat

200 Juta Dollar Untuk "Cyber Cabin"

SilkAir to Increase Frequency to Mataram


  Laporan Utama
Aerobatik
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Militer
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Peristiwa
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
LAIN-LAIN  

Kabar Cathay Pacific

James Ginns Tampak pada gambar, Country Manager Cathay Pacific untuk Indonesia sedang mencoba personal TV./Foto:Angkasa/DN Yusuf

Indonesia kembali menjadi pilihan bagi Cathay Pacific untuk meningkatkan frekuensi penerbangannya. Hal ini merupakan yang pertama kali sejak Cathay Pacific memutuskan untuk mengurangi frekuensi penerbangannya pada tahun 1993. Frekuensi penerbangan CX 776 yang semula melayani penerbangan nonstop rute Jakarta-Hong Kong setiap hari, dikurangi menjadi tiga kali penerbangan dalam seminggu. Namun sejak September lalu, frekuensi penerbangan CX 776 ditambahkan menjadi lima penerbangan. Sehingga dalam seminggu Cathay Pacific melayani 12 penerbangan dengan rute Jakarta Hong Kong, tujuh di antaranya melalui Singapura. Menurut Ida Sylviana, Assistant Manager Marketing dan Passenger Sales Cathay Pacific Jakarta, Desember nanti penerbangan nonstop Jakarta-Hong Kong akan ditambah lagi menjadi tiap hari. Saat ini Cathay Pacific terbang dari Indonesia ke Hong Kong 21 kali dalam seminggu, termasuk di dalamnya dua dari Surabaya dan setiap hari dari Denpasar.

"Kami memutuskan untuk menambah frekuensi hari penerbangan berdasarkan banyaknya penumpang ke Hong Kong dan negara sekitarnya." Kata James Ginns, Country Manager Cathay Pacific untuk Indonesia. Menurut James pertumbuhan jumlah penumpang dari Jakarta adalah sebesar 30%, dengan load factor rata-rata 70% dan ia optimis angka ini akan meningkat menjadi 80% di tahun depan.

Saat ini Cathay Pacific mengoperasikan 65 armada pesawat berbadan lebar dan merupakan armada termuda dan paling modern dengan usia rata-rata pesawat 5,6 tahun. Untuk penerbangan Jakarta Hong Kong, Cathay Pacific pada umumnya mengoperasikan pesawat jenis A340-300 yang sudah dilengkapi PTV (Personal Television). Dengan konfigurasi penumpang 12 di Kelas Utama, 40 di Kelas Bisnis, dan 197 di Kelas Ekonomi, penerbangan ini dapat mengangkut 249 penumpang. Walaupun ada kemungkinan sewaktu-waktu penerbangan ini menggunakan pesawat A330-300 berkapasitas 311 penumpang di dua kelas, menurut James hal ini lebih dikarenakan adanya perputaran pesawat (aircraft rotation).

Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan para penumpang, Cathay Pacific telah merencanakan penempatan kabin Kelas Utama baru pada armada Airbus yang dimilikinya. Dan dengan adanya fasilitas ini, A330 yang dilengkapi kabin kelas utama baru akan memiliki konfigurasi penumpang 8 di Kelas Utama, 32 di Kelas Bisnis, dan 211 di Kelas Ekonomi.

Keistimewaan kabin Kelas Utama yang diaku sebagai pelayanan perjalanan paling eksklusif dan elegan di dunia ini terutama pada kursi yang nyaman dan dapat dibaringkan seperti posisi tempat tidur. Selain itu penumpang juga dimanjakan dengan adanya PTV (30 saluran) yang dapat diubah posisinyanya sesuai keinginan, makanan segar yang disiapkan secara khusus, serta selimut rangkap dan baju tidur. Bahkan awak kabin yang bertugas menerima latihan khusus untuk melayani penumpang di kelas mahal ini.

"Penumpang sangat menyukai kabin baru Kelas Utama dan ini terbukti dari hasil survey yang sangat memuaskan untuk kriteria interior kabin dan pelayanan." komentar Robert Cutler, Service Delivery Director dari Cathay Pacific melihat kenyataan bahwa kabin baru Kelas Utama pada armada Boeing 747-400 yang diluncurkan pada bulan Mei tahun lalu mendapat respon yang sangat memuaskan.

Manajemen Terbaik

Dalam hal kinerja perusahaan, Aviation Week and Space Technology menilai Cathay Pacific sebagai "exceptionally strong performance". Dan dengan caranya, Cathay Pacific dinilai berhasil dalam hal mengkombinasikan penggunaan aset, produktifitas dan kondisi keuangan yang sehat.

Menurut Aviation Week, Cathay Pacific dinilai berhasil terutama dalam hal produktifitas dan kesehatan kondisi keuangan. Pada tahun 1999, keuntungan operasi Cathay Pacific mencapai 361 juta dolar Amerika dengan jumlah penumpang 10.516.000.

Selain itu sistem manajemen dan komitmen yang dimiliki oleh sekitar 13000 karyawannya telah membuat Cathay Pacific terpilih sebagai airline dengan manajemen terbaik di Asia. Menurut pengakuan James, tidak ada perubahan mendasar yang dilakukan oleh Cathay Pacific dalam hal manajemen. Yang terutama bagi Cathay Pacific hanyalah senantiasa menyediakan pelatihan-pelatihan bagi para karyawannya. "Kami sangat gembira karena usaha kami untuk memperbaiki Cathay Pacific dan memperkuat daya saing jangka panjang telah mendapatkan penghargaan." kata Director and Chief Operating Officer Cathay Pacific, Philip Chen, dengan bangganya. (don)



Laporan Utama | Aerobatik | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Militer | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Peristiwa | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media