Tampak pada gambar, Country Manager Cathay Pacific untuk Indonesia sedang mencoba personal TV./Foto:Angkasa/DN Yusuf
|
Indonesia kembali menjadi pilihan bagi Cathay Pacific untuk meningkatkan frekuensi penerbangannya. Hal ini merupakan yang pertama kali sejak Cathay Pacific memutuskan untuk mengurangi frekuensi penerbangannya pada tahun 1993.
Frekuensi penerbangan CX 776 yang semula melayani penerbangan nonstop rute Jakarta-Hong Kong setiap hari, dikurangi menjadi tiga
kali penerbangan dalam seminggu. Namun sejak September lalu, frekuensi penerbangan CX 776 ditambahkan menjadi lima
penerbangan. Sehingga dalam seminggu Cathay Pacific melayani 12 penerbangan dengan rute Jakarta Hong Kong, tujuh di antaranya
melalui Singapura. Menurut Ida Sylviana, Assistant Manager Marketing dan Passenger
Sales Cathay Pacific Jakarta, Desember nanti penerbangan nonstop Jakarta-Hong Kong akan ditambah lagi menjadi tiap hari. Saat ini Cathay Pacific terbang dari Indonesia ke
Hong Kong 21 kali dalam seminggu, termasuk di dalamnya dua dari Surabaya dan setiap hari dari Denpasar.
"Kami memutuskan untuk menambah frekuensi hari penerbangan berdasarkan banyaknya penumpang ke Hong Kong dan
negara sekitarnya." Kata James Ginns, Country
Manager Cathay Pacific untuk Indonesia. Menurut James pertumbuhan jumlah penumpang
dari Jakarta adalah sebesar 30%, dengan load
factor rata-rata 70% dan ia optimis angka ini akan meningkat menjadi 80% di tahun depan.
Saat ini Cathay Pacific mengoperasikan 65 armada pesawat berbadan lebar dan merupakan armada termuda dan paling
modern dengan usia rata-rata pesawat 5,6 tahun. Untuk penerbangan Jakarta Hong Kong, Cathay Pacific pada umumnya mengoperasikan
pesawat jenis A340-300 yang sudah dilengkapi PTV (Personal Television). Dengan konfigurasi penumpang 12 di Kelas Utama, 40 di Kelas
Bisnis, dan 197 di Kelas Ekonomi, penerbangan ini dapat mengangkut 249 penumpang. Walaupun ada kemungkinan
sewaktu-waktu penerbangan ini menggunakan pesawat A330-300 berkapasitas 311 penumpang di
dua kelas, menurut James hal ini lebih dikarenakan adanya perputaran pesawat
(aircraft rotation).
Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan para penumpang, Cathay Pacific telah merencanakan penempatan kabin Kelas Utama
baru pada armada Airbus yang dimilikinya. Dan dengan adanya fasilitas ini, A330 yang dilengkapi kabin kelas utama baru akan
memiliki konfigurasi penumpang 8 di Kelas Utama, 32 di Kelas Bisnis, dan 211 di Kelas Ekonomi.
Keistimewaan kabin Kelas Utama yang diaku sebagai pelayanan perjalanan paling eksklusif dan elegan di dunia ini terutama
pada kursi yang nyaman dan dapat dibaringkan seperti posisi tempat tidur. Selain itu penumpang juga dimanjakan dengan adanya PTV
(30 saluran) yang dapat diubah posisinyanya sesuai keinginan, makanan segar yang disiapkan secara khusus, serta selimut rangkap
dan baju tidur. Bahkan awak kabin yang bertugas menerima latihan khusus untuk melayani penumpang di kelas mahal ini.
"Penumpang sangat menyukai kabin baru Kelas Utama dan ini terbukti dari hasil survey yang sangat memuaskan untuk
kriteria interior kabin dan pelayanan." komentar Robert Cutler,
Service Delivery Director dari Cathay Pacific melihat kenyataan bahwa kabin
baru Kelas Utama pada armada Boeing 747-400 yang diluncurkan pada bulan Mei tahun lalu mendapat respon yang sangat memuaskan.
Manajemen Terbaik
Dalam hal kinerja perusahaan, Aviation Week and Space
Technology menilai Cathay Pacific sebagai "exceptionally strong
performance". Dan dengan caranya, Cathay Pacific dinilai berhasil dalam hal mengkombinasikan penggunaan aset, produktifitas dan
kondisi keuangan yang sehat.
Menurut Aviation Week, Cathay Pacific dinilai berhasil terutama dalam hal produktifitas dan kesehatan kondisi keuangan. Pada
tahun 1999, keuntungan operasi Cathay Pacific mencapai 361 juta dolar Amerika dengan jumlah penumpang 10.516.000.
Selain itu sistem manajemen dan komitmen yang dimiliki oleh sekitar 13000 karyawannya telah membuat Cathay Pacific
terpilih sebagai airline dengan manajemen terbaik di Asia. Menurut pengakuan James, tidak ada perubahan mendasar yang dilakukan oleh
Cathay Pacific dalam hal manajemen. Yang terutama bagi Cathay Pacific hanyalah senantiasa menyediakan pelatihan-pelatihan bagi
para karyawannya. "Kami sangat gembira karena usaha kami untuk memperbaiki Cathay Pacific dan memperkuat daya saing jangka
panjang telah mendapatkan penghargaan." kata
Director and Chief Operating Officer Cathay Pacific, Philip
Chen, dengan bangganya. (don)