ANGKASA N0.1 OKTOBER 2000 TAHUN XI  

Kabar Cathay Pacific

N250, Pilih Rugi atauImpas?

Koharmatau: Merawat Rudal dan Senjata Sendiri

Berlatih Senyum Tiap Hari

B-17 F Flying Fortress "Memphis Belle"

Sekali Lirik, Tembak Sajalah

Kenyamanan Penerbangan Kelas Satu

Qantas, 50 Tahun Merekat Indonesia

BMG Butuh Moderenisasi Alat

Astronot Jepang Ajak Asia Berkolaborasi

200 Juta Dollar Untuk "Cyber Cabin"


  Laporan Utama
Aerobatik
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Militer
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Peristiwa
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
LAIN-LAIN  

Astronot Jepang Ajak Asia Berkolaborasi

Astronot Jepang di Indonesia Mamoru Mohri, banner Lapan, dan Menristek AS Hikam./Foto: Dok.Lapan

Astronot pesawat ulang-alik Endeavour asal Jepang, Dr Mamoru Mohri, mengungkap keinginannya agar negara-negara Asia bisa berkolaborasi dan bekerja-sama di ruang angkasa. Hal ini penting mengingat hingga saat ini bangsa-bangsa Asia belum bisa memanfaatkan antariksa seoptimal mungkin, seperti yang ditunjukkan lewat kolaborasi Eropa dan kolaborasi AS-Rusia.

"Sebagai wakil Asia yang beruntung bisa mendapat kesempatan ikut program ulang-alik AS, saya benar-benar ingin agar pada suatu saat nanti negara seperti Korea, Thailand, dan Indonesia bisa bersatu dan berkolaborasi di sana," ujar Mamoru Mohri kepada Angkasa usai memberi ceramah ilmiah awal September lalu di BPPT, Jakarta.

Selain memberi ceramah keantariksaan, dalam kunjungannya ke Indonesia, secara khusus Mohri juga mengembalikan banner Lapan yang dibawanya dalam misi Space Shuttle Endeavour STS-99, Februari lalu, dalam bentuk Official Flight Kit. Seperti dikatakan kepada penerimanya, Menristek AS Hikam dan Ketua Lapan Mahdi Kartasasmita, serta kepada para hadirin yang umumnya adalah ilmuwan BPPT dan Lapan, dibawanya banner itu adalah simbol perhatian Jepang terhadap tetangganya di Asia.

Di lain pihak, Mahdi Kartasasmita sendiri mengungkap bahwa perhatian Jepang terhadap Indonesia tak sebatas kepeduliannya membawa banner Lapan. Negara ini sudah sejak lama ikut melibatkan diri serta membantu upaya pemanfaatan satelit penginderaan jauh di Indonesia. Diantara yang terbaik adalah bantuan berupa fasilitas penerima dan pengolah data satelit JERS-1 yang sejak beberapa tahun lalu ditempatkan di Stasiun Bumi Pare-pare, Sulawesi Selatan. Selain itu atas sponsor badan ruang angkasanya, NASDA, negara ini juga mendukung penuh upaya penelitian ozon di Indonesia.

Dalam kaitan STS-99 sendiri, Mohri mengisahkan, misi sembilan hari sembilan jam yang diikutinya sesuai rencana telah berhasil membawa pulang data topografi tiga dimensi yang amat berharga dari hampir seluruh permukaan Bumi. Data yang terekam dalam 330 kaset ini adalah hasil bidikan radar topografi buatan Jet Propultion Laboratory-NASA, bekerjasama dengan Badan Pemetaan AS (NIMA), DLR-Jerman, dan Badan Ruang Angkasa Italia.

Dari Shuttle Radar Topography Mission STS-99 ini, mingguan Aviation Week & Space Technology (21/2/00) mengungkap, selain untuk pemantauan lingkungan dan sumber daya alam dan pemetaan ruang; data tiga-dimensi yang amat akurat tersebut selanjutnya akan pula menjadi pegangan penting untuk kepentingan operasi intelijen. Manusia baru berhasil mendapatkannya setelah 500 tahun melakukan upaya-upaya pemetaan.

Itu sebabnya, harus diakui, "Tak ada satu pun unit dalam Angkatan Bersenjata AS yang tak diuntungkan dengan misi ini," demikian Direktur NIMA, Letjen James C. King, seperti dikutip AWST.

Mohri yang Spesialis Misi STS-99 adalah doktor ilmu kimia lulusan Universitas Flinders, Australia. Pada tahun 1985, atas promosi NASDA, dirinya terpilih sebagai Payload Specialist untuk proyek penelitian material dan mikro-gravitasi Spacelab-J. Ia kemudian bergabung dengan pusat pelatihan astronot ulang-alik pada 1996 dan dua tahun kemudian dipercaya NASA menjadi Mission Specialist. Selain beruntung menjadi awak ulang-alik, ia juga terpilih menjadi salah satu dari delapan astronot Jepang yang akan diikutsertakan dalam Stasiun Ruang Angkasa Internasional. (adr)



Laporan Utama | Aerobatik | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Militer | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Peristiwa | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media