B-17 F Flying Fortress./Foto:Angkasa/DN Yusuf
|
Noda oli menyelimuti sayap, terutama di sekitar keempat mesinnya. Menimbulkan jejak kehitam-hitaman dibagian atas sayap. Warna kamuflase
olive drab dan dark green keluaran Tamiya
terlihat sedikit mengelupas disana-sini. Pintu belakang sengaja dibiarkan agak terbuka, dengan daftar
awak pesawat menempel pada pinggirnya. Sementara dua buah bomb tergantung pada cantelan
dibawah sayap. Gambaran tadi adalah sosok model kit pembom B-17 F
Flying Fortress berskala 1:48 keluaran Revell. Pembuatnya adalah Wawan Hermawan, seorang modeler
air combat yang bermarkas di Bintaro.
Bikin struktur
Pekerjaan awal lancar-lancar saja, sesuai petunjuk yang ada. Walau sempat dempul
sana-dempul sini, terutama pada sambungan badan. Kesulitan muncul saat harus merakit bagian
sayap. Struktur dari pabrikan terbukti kurang kuat. Alhasil, kedua sayap miring ke bawah jadinya.
Untuk mengakali kelemahan ini dibuatlah struktur tambahan yang diselipkan pada sayap. Bahan
yang dipakai adalah spruce atau rangka tempat menempel bagian-bagian pesawat dalam
kemasan. Dibutuhkan sekitar empat spruce untuk tiap sayap utama. Panjangnya sampai posisi antara
mesin satu-dua, serta tiga-empat.
Beres di sayap, kini giliran detil bom
sight. Aslinya dari pabrikan dianggap kurang
mumpuni. Akibatnya Wawan juga harus "menciptakan" perangkat bidik bom ini dari spruce. "Ya aku
kerik-kerik aja buatnya", Ujar Wawan kepada
Angkasa. Tak hanya itu, pintu belakang yang tadinya
menyatu dengan badan diamputasi habis. Dengan berbekal kabel kumparan dibuatkan semacam rel dan
pasak kecil. Hasilnya pintu terkesan agak terbuka.
Tak sengaja
Teknik pengecatan dengan hasil garapan mendekati kenyataan ini di-temukan secara tak
sengaja. Ketika itu Wawan menemui cat yang tak rata gara-gara
ketiban air. Panik memang awalnya. Dengan bantuan angin
airbrush, bagian ini dikeringkan. Tak disangka efeknya lebih nyata. Ada bagian
yang rata, ada juga yang belel. "Ya sudah sekalian saja seluruh badan dikuas pakai air" cerita Wawan.
Sedang efek terkelupasnya kulit pesawat dibuat dengan
mengerik bagian-bagian sambungan badan dan
rivet. Kerjaan ini dilakukan dengan bantuan jarum jangka. Tapi harus pakai
perasaan, supaya hasilnya tak kebesaran alias tak sesuai dengan skala. Supaya efeknya lebih
muncul, sebelumnya seluruh badan pesawat disiram cat silver keluaran Tamiya (TS-30). Setelah itu
baru disikat dengan warna kamuflase.
Untuk menyelesaikan pembom yang bertato "Memphis
Belle" ini dihabiskan lem dan cat-cat
untuk warna masing-masing sebanyak satu botol. Sedangkan waktunya selama dua bulan, plus menonton
film "Memphis Belle" berulang-ulang kali. Masih ditemuinya sisa-sisa cetakan plastik pada bagian
pesawat model asal Amerika ini, boleh jadi merupakan salah satu
kelemahannya. (avi)