ANGKASA N0.1 OKTOBER 2000 TAHUN XI  

Kabar Cathay Pacific

N250, Pilih Rugi atauImpas?

Koharmatau: Merawat Rudal dan Senjata Sendiri

Berlatih Senyum Tiap Hari

B-17 F Flying Fortress "Memphis Belle"

Sekali Lirik, Tembak Sajalah

Kenyamanan Penerbangan Kelas Satu

Qantas, 50 Tahun Merekat Indonesia

BMG Butuh Moderenisasi Alat

Astronot Jepang Ajak Asia Berkolaborasi

200 Juta Dollar Untuk "Cyber Cabin"


  Laporan Utama
Aerobatik
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Militer
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Peristiwa
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
LAIN-LAIN  

BMG
Butuh Moderenisasi Alat

Musim hujan Untuk meningkakan kinerja, BMG memerlukan komputer hi-performance./Foto: Angkasa/A. Darmawan

Berkaitan dengan meningkatnya tuntutan atas ketersediaan informasi cuaca dan iklim yang akurat, Badan Meteorologi dan Geofisika kembali mengajukan permohonan moderenisasi peralatan kepada pemerintah. Seperti diajukan kepada Wapres Megawati Soekarnoputri dalam peresmian gedung operasionalnya yang baru Agustus lalu, untuk kesekian kalinya BMG mengajukan pengadaan seperangkat komputer hi-performance mengingat komputer yang selama ini ada sudah tak mampu lagi melakukan perhitungan terhadap data yang dikirim secara reguler dari 165 stasiun pengamatannya.

Selain itu berkaitan dengan meningkatnya permintaan dan kebutuhan atas pelayanan informasi cuaca sesaat di wilayah Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya, BMG juga berharap pemerintah bisa meluluskan pembelian 13 radar cuaca yang diajukannya. Seluruh radar cuaca senilai 26,5 juta dollar AS ini selanjutnya akan dikerahkan mendukung 12 radar cuaca lainnya yang selama ini dioperasikan bersama dengan sejumlah bandara dan otoritas Batam.

"Jika saja peralatan tersebut terpenuhi, kami akan mampu memberikan pelayanan terbaik dan optimal, serta setahap demi setahap lepas dari ketergantungannya terhadap sejumlah instansi serupa di luar negeri. Sebagai contoh saja, untuk perhitungan model iklim, kami masih tergantung dari kebaikan badan meteorologi Australia," demikian lebih kurang ungkap Kepala BMG Ir Sri Diharto, MSc, kepada wartawan usai menyampaikan Laporan Prakiraan Musim Hujan 2000/2001 Indonesia, akhir September di Jakarta.

Pentingnya komputer berkinerja tinggi tersebut, ungkap Sri Diharto, adalah karena untuk melakukan prediksi iklim, komputer yang sekarang ada tak mampu lagi melakukan perhitungan matematis hingga 10 pangkat 25. Data yang akan diolahnya ini adalah kombinasi parameter atmosfer, kelautan, dan daratan. Jika saja piranti itu ada, dilain pihak BMG juga akan menjadi pusat studi sejumlah instansi dan perguruan tinggi terkait khusus untuk masalah-masalah iklim dan cuaca. Badan meteorologi Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina sudah memilikinya, karena mereka telah sadar betul cuaca dan iklim adalah masalah nasional dan global yang saling kait-mengkait dimana perubahannya bisa mempengaruhi segenap sektor kehidupan.

"Kami sudah mengajukannya sejak tahun 1997. Bappenas pun sudah mengkajinya. Namun berbagai gelombang politik dan krisis ekonomi berkali-kali telah mementahkannya. Dahulu harganya sekitar 19,5 juta dollar AS, dan saya yakin sesuai perkembangan komputer, kini harganya sudah lebih murah. Itu sebabnya, beberapa waktu lalu kami berani mengajukannya kepada Wapres," ujarnya.

Akan halnya radar cuaca sendiri, Sri Diharto mengidamkan BMG bisa mengoperasionalkan 25 unit untuk memenuhi kebutuhan informasi cuaca sesaat (now-cast) di sejumlah kota besar. Sayangnya, dalam kaitan ini, wilayah Jakarta dan sekitarnya yang selama ini telah dinaungi radar milik PT Angkasa Pura II di Bandara Soekarno-Hatta, empat bulan terakhir 'blank' karena rusak. Kerusakan akibat tak berfungsinya magnetron seharga Rp 500 juta ini disayangkan tak juga diperbaiki mengingat pentingnya juga piranti ini dalam pelayanan informasi cuaca bagi keselamatan penerbangan yang akan masuk serta keluar dari Jakarta, terutama dalam musim hujan yang diprakirakan akan mulai terjadi per September 2000 ini.

Hujan normal

Berdasarkan telaah sejumlah badan meteorologi cuaca luar negeri (yakni NCEP/NOAA-AS, IRI-Filipina, ECMRWF-Inggris) dan kelompok kerja prakiraan musim nasional (BMG, ITB, Lapan, BPPT, dan Puslittanak) sendiri, secara umum curah hujan periode Oktober 2000-Maret 2001 diperkirakan akan berlangsung dalam kisaran normal. Normal artinya akumulasi curah hujan yang terjadi di suatu daerah prakiraan musim selama musim hujan berada di sekitar rata-ratanya selama 30 tahun.

Dikemukakan, musim hujan 2000/2001 akan diawali pola sirkulasi global atmosfer dan lautan yang sampai Juni 2000 masih memperlihatkan kondisi episode dingin (La Nina). Akan tetapi sejak awal Maret 2000 beberapa indeks atmosfer dan laut telah memperlihatkan kondisi La Nina yang mulai melemah. Nilai anomali suhu muka laut (SST, sea surface temperature) negatif di Pasifik tengah sekitar equator semakin menurun dan Indeks di Nino 3,4 dan Nino 4 menaik.

Dalam hal ini, selama dua bulan berikutnya, yakni Juni dan Juli 2000, seperti ditunjukkan nilai Indeks Osilasi Selatan-nya (-5,57 dan -4,16), kondisinya memang seperti mengarah pada gejala El Nino. Namun, perkembangan pada suhu muka laut di wilayah Pasifik equator pada bulan Agustus tiba-tiba saja kembali menanjak menuju nilai IOS yang positif. Karena, gejala El Nino adalah manifestasi kondisi IOS yang lebih rendah dari ­10, dengan melambungnya nilai tersebut pada Agustus 2000, berarti ancaman El Nino yang sering membawa musibah akibat kemarau yang berkepanjangan di sejumlah wilayah serta-merta telah luruh kembali.

Secara umum, dari 101 daerah prakiraan musim di Indonesia sendiri: tujuh daerah akan mulai mengalami musim hujan pada dasarian I-III September 2000; 42 daerah mulai dasarian I-III Oktober 2000; 38 daerah pada dasarian I-III November 2000; dan 14 daerah lainnya pada dasarian I-III Desember 2000. (adr)



Laporan Utama | Aerobatik | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Militer | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Peristiwa | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media