|
| |
 | NOTAM
|
|
SIA Cargo Corporatisation
Boeing 747-300 SIA./Foto:SIA
|
Besarnya kontribusi pendapatan dari angkutan kargo mendorong Singapore Airlines (SIA) untuk segera mempersiapkan pemisahan unit usaha ini. Selama tahun fiskal 1999/2000, pendapatan kargo SIA mencapai 1,909 milyar dollar Singapura atau 23,3 persennya
pendapatan penumpang mencapai 5,957 milyar dollar dan lainnya 336 juta dollar. Menurut General Manager Indonesia SIA Raja Segran, persiapan fase I akan dimulai 1 April 2001, dan dalam satu atau dua tahun setelahnya pemisahan unit kargo itu baru akan
dilaksanakan dengan nama Cargo
Corporatisation. Untuk operasi kargo, saat ini SIA memiliki delapan B747-400 Freighter
Mega Ark, di samping armada lainnya yang diprioritaskan untuk penumpang. Selain itu, ada tiga pesawat sejenis yang masih dalam pesanan
(on firm order). Bila Cargo Corporatisation beroperasi, maka pesawat-pesawat kargo tersebut akan menjadi armadanya. "Tapi bila akan menggunakan armada SIA, perusahaan itu harus memesan dan membayar
space kepada kami," kata Raja. (nie)
Merpati Raih ISO 9000
Di usianya yang ke-38 tahun, Merpati Nusantara Airlines semakin menunjukkan keberadaannya sebagai perusahaan penerbangan nasional. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan dua unit perusahaan Merpati meraih sertifikat ISO 9001 dan ISO 9002.
Acara penyerahan ISO dilakukan September lalu di Jakarta sekaligus merayakan HUT Merpati pada 6 September. Merpati meraih ISO 9002 untuk Divisi
Aviation Safety dan ISO 9001 untuk SBU Merpati
Training Center. Penyerahan ISO dilakukan oleh Direktur Utama
Sucofindo, Didi Tedjosumirat kepada unit bersangkutan melalui Direktur Utama Merpati, Wahyu Hidayat. Menurut Didi dengan berhasil diraihnya sertifikat ISO tersebut berarti unit kerja yang bersangkutan sudah memenuhi kualifikasi perusahaan. "Selanjutnya diharapkan
perusahaan secara keseluruhan dapat meraih ISO. Dan yang penting adalah menunjukkan kepada masyarakat bahwa Merpati kian membaik," kata Wahyu. Dalam acara tersebut Merpati berbagi kegembiraan dengan mengumpulkan sekitar 52 orang purnabakti yang baru memasuki
masa pensiun dan memberikan penghargaan antara lain kepada wartawan dan pilot Merpati yang telah mencapai 15.000 jam terbang. Sebagai tanda kepedulian kepada masyarakat, Merpati juga melakukan berbagai kegiatan sosial antara lain donor darah dan pemberian
sumbangan kepada penjaga pintu kereta api. Menjelang hari jadinya, Merpati juga meluncurkan
inflight magazine "Archipelago", 1 September 2000 di Jakarta. Majalah hasil kerjasama dengan PT Warta Global Indonesia ini lebih dimaksudkan untuk menarik minat asing berwisata
ke Indonesia. (don/nie)
Bea Siswa IFALPA
Kesadaran akan perlunya memiliki pakar di bidang penyelidikan kecelakaan penerbangan yang diakui secara internasional mendorong APG (Asosiasi Pilot Garuda) untuk menawarkan beasiswa dari IFALPA (International Federation Air Line Pilot Association)
untuk program kursus Air Accident
Investigator. Menurut F/O Miftakhul Ahsan yang bertugas di bidang riset dan pengembangan APG, pihaknya mempunyai komitmen untuk berperan aktif dalam peningkatan keselamatan penerbangan, baik di lingkungan Garuda maupun
nasional dan internasional. Program beasiswa IFALPA tersebut diperuntukan bagi pilot anggota asosiasi
(member of IFALPA) dan hanya line
pilot bukan manajemen pilot. Peminat dapat memilih tempat kursus di University of Southern California di Los Angeles AS, Stockholm
Institute of Technology di Swedia, atau Cranfield Institute of Technology di Inggris dengan lama belajar 3-4 minggu. IFALPA akan membiayai kursus sejumlah 2.500 dollar AS, tapi biaya lain ditanggung peserta. Untuk itu Badan Pengurus APG mengusulkan untuk menanggung
biaya yang terakhir itu setengah-setengah antara APG dan peserta. Miftahul mengatakan, karena aplikasi paling lambat sudah dikirim ke IFALPA 17 Nopember 2000, maka para peminat bisa mendaftarkan diri secepatnya.
(nie)
Evakuasi 'Gili Air' Terbakar
Pesawat F-70 Gili Air terbakar di Bandara Selaparang, Lombok. Station manager Gili Air di Mataram sebelumnya mendapat telepon 'gelap' bahwa ada bom di pesawat nomor penerbangan GLA 120 dengan rute Mataram-Singapura. Pesawat yang membawa
35 penumpang dan lima awak itu pun diperintahkan petugas ATC untuk kembali ke Selaparang. Sementara itu, Kepala Cabang PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Selaparang Sodik Hasanuddin segera mengaktifkan "Airport Crisis Center" dan melakukan koordinasi dengan
pihak-pihak terkait. Pesawat yang lepas landas pukul 09.00 waktu setempat kembali ke Selaparang 30 menit kemudian, dan diarahkan ke area isolasi di ujung landasan 27. Tiba-tiba mesin kiri pesawat menyemburkan api disertai gumpalan asap tebal. Api pun menjalar ke
bagian belakang dan ke depan pesawat. Tapi awak pesawat berhasil menghentikan pesawat dan membuka pintu darurat untuk penyelamatan penumpang. Diinformasikan, satu penumpang meninggal, 10 luka berat (tiga warga asing), delapan luka ringan (dua asing) dan tujuh
selamat (tiga asing). Bom ditemukan, tapi berdasarkan penelitian sementara, kebakaran terjadi karena faktor teknis. Kejadian tersebut merupakan simulasi latihan penanggulangan gawat darurat penerbangan "Dirgantara Raharja XVIII" di Selaparang yang berlangsung 14
September lalu. Menurut Dirut AP I Gatot Pujomartono, latihan seperti itu merupakan kegiatan reguler yang wajib dilakukan di seluruh bandara di dunia. Demikian di Selaparang yang dikembangkan sebagai bandara wisata.
(nie)
|