ANGKASA N0.1 OKTOBER 2000 TAHUN XI  

Pecah, Rekornas Kerjasama di Udara

MENCETAK TERUS TAPI PEMBINAAN KURANG

Wana Wisata Dirgantara, Tempat rekreasi dan olahraga layang gantung


  Laporan Utama
Aerobatik
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Militer
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Peristiwa
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
ORDIRGA  

Pecah, Rekornas Kerjasama di Udara

Anggrek Bulan Formasi Anggrek Bulan oleh 22 penerjun Nasional./Foto:Johny Nasution

Setelah menunggu 12 tahun lamanya, akhirnya rekor nasional kerjasama di udara dipecahkan oleh 22 peterjun yang meloncat dari pesawat CN-235 pada ketinggian 14.000 kaki dari permukaan bumi Jakarta, Minggu (24/9). Para peterjun dalam upaya memecah rekor tidak asal bisa bergandengan sebanyak-banyaknya melebihi rekor lama 19 orang yang dicipta tahun 1988, melainkan membuat formasi "Anggrek Bulan" yang manis, bewarna merah dan putih.

Mengapa begitu lama baru terpecahkan, sebab memang selama 12 tahun belum ada upaya untuk memecahkan. Selama itu para peterjun begitu pula Persatuan Olahraga Dirgantara Terjun Payung yang dulu istilahnya Pusat Terjun Payung kurang kosentrasi atau perhatian perlunya memecah Rekornas tersebut, berhubung kerjasama ini tidak dilombakan dalam PON maupun Kejurnas. Kosentrasi hanya tercurah pada kegiatan yang erat kaitannya dengan prestasi dalam PON. Yang biasa dilombakan dalam PON atau Kejurnas adalah ketepatan mendarat, kerjasama di udara (relative work) terdiri empat orang membentuk bintang (perubahan bentuk), dan kerjasama antar parasut (canopy relative work). Pada PON XV lalu kerjasama antar parasut tidak dilombakan.

Prestasi ini dicapai melalui perjuangan berat karena cuaca kurang menguntungkan. Dari 10 sorti yang dijadwalkan, dua kali sama sekali tidak loncat kendati sudah di dalam pesawat karena awan dan hujan, dua kali tidak berhasil membentuk suatu formasi, satu kali sekedar terjun saja karena awan gelap. Pada penerjunan ke-5 sudah berhasil membentuk formasi terdiri 22 orang, sayang hanya bisa bertahan satu detik. Baru penerjunan ke-7, 22 peterjun mampu membikin formasi "Anggrek Bulan" yang sedang mekar dan bertahan 12,5 detik.

"Bentuk formasi ini cukup sulit, jika membentuk formasi star atau diamond, kemarin sudah jadi, saya yakin," kata Yasmin Setiawan yang diperkuat JF Kalengkongan kepada Angkasa, sama-sama menunggu para peterjun yang sedang di udara.

Ada baiknya kalau pemecahan Rekornas kerjasama di udara ini berlanjut dan dijadwalkan dalam waktu tertentu, misalnya setahun atau dua tahun sekali, bukan sekedar kalau ingat atau ada hasrat saja. Kalau perlu dijadikan even berencana, berselang seling dengan penyelenggaraan PON dan Jambore Aero Sport.

Pengurus Pordirga Terpa periode kali ini patut diacungi jempol,karena gebyar terjun payung tampak tambah bersinar dengan rencana kerjanya yang nyata. Antara lain menerbitkan buletin dan kini pemecahan Rekornas kerjasama di udara yang diikuti Pusat Terjun Payung (PTP) AU, AD, AL, Polri, klub Aves (Bandung), klub Garuda (Jakarta), klub Manguni (Manado) dan Lido (Bogor). Dari 36 orang yang didaftar tiga di antaranya wanita, Pinkan Mandagi, Olivia Bolang dan Yasmin Setiawan.

Bukan hura-hura

Para pemecah rekornas Personel pemecah rekornas terjun payung, 24 September 2000./Foto:Angkasa/DN Yusuf

Meskipun tidak dilombakan dalam PON, tetapi bukan berarti pemecahan rekor hanya untuk hura-hura. Sama sekali tidak. Bahkan besar manfaatnya untuk pembinaan olahraga terjun payung lebih jauh, khususnya kerjasama di udara. Dengan kerjasama ini, para peterjun yang berasal dari berbagai klub dan daerah yang saling bersaing dalam PON, dapat bersatu membuat satu formasi di udara yang sulit, fantastis, dan indah. Hal ini sesuai tema pemecahan Rekornas, "Bersatulah Bangsaku", lewat persatuan antar peterjun.

Keberhasilan membentuk formasi sebanyak-banyaknya merupakan prestasi dan gengsi tersendiri dipandang oleh dunia luar. Sebab di AS negara yang terkenal kuat peterjun kaliber dunia, belum ada prestasi khusus kerjasama di udara sebanyak itu yang dilakukan khusus oleh peterjun-peterjun AS. Jepang yang merupakan jagonya terjun payung di Asia, baru mencoba 10 orang. Di kawasan Asia belum terdengar peterjun dari satu negara membuat formasi sebanyak seperti yang dilakukan putera-putera Indonesia. Maka wajar jika kita bangga bisa melakukannya.

Di Bali tahun 1989 pernah tercipta formasi sebanyak 72 orang yang dilakukan oleh peterjun dari beberapa negara termasuk Indonesia. Tanggal 16 Desember 1999 di Ubon, Thailand berhasil dibentuk formasi terdiri 282 orang dalam waktu 70 detik menggunakan empat pesawat C-130 Hercules, yang dilakukan peterjun-peterjun dari banyak negara. Dalam formasi rekor dunia ini, Asia diwakili seorang saja dari Indonesia, Yudho Baskoro.

Untuk bisa bergabung ikut memecah Rekornas, tidak sembarang peterjun namun sudah harus berpengalaman, antara lain pernah melakukan kerjasama di udara empat orang membentuk bintang. Sebab pekerjaan sulit ini benar-benar perlu keberanian, kecerdasan dan kerjasama yang kompak. Masalah keamanan terbang sangat dijunjung tinggi, agar tidak membahayakan diri sendiri dan peterjun lain.

"Begitu melepas diri dari formasi, mereka harus menjauhi kawan-kawannya untuk membuka parasut. Waktu yang paling berbahaya saat membuka parasut ini. Rekor dianggap syah apabila masuk formasi dalam posisi yang benar. Setelah formasi terbentuk, dipertahankan selama tiga detik, " demikian Yudho Baskoro sebagai

Koordinator Teknik Penerjunan upaya memecah Rekornas menjelaskan kepada Angkasa dan beberapa wartawan di terminal haji Lanud Halim Perdanakusuma, di sela-sela istirahat usai terjun.

Kegiatan pemecahan Rekornas diabadikan oleh Johny H. Nasution, Sugiyanto, Effendy Soen dan John Cannon dengan kameranya. Selaku Ketua Umum "Upaya Pemecahan Rekornas" Ketua Umum Pordirga Terpa Nisfu Chasbulah dan Ketua Pelaksana Waka Pordirga Terpa Marsma TNI R. Hary Gamdani, Dewan Hakim Ariyanto Saleh dan Koordinator Penerjunan Letkol Psk Wahyudi K. Sebagai kapten pilot CN-235 (A-2302) Kapten Pnb F. Roring dan kopilot Kapten Pnb Putu suantika. Pada hari ketiga, usai pemecahan rekor, KSAU Marsekal TNI Hanafie Asnan selaku Ketua Umum PB FASI beserta beberapa pejabat Mabesau mengunjungi para peterjun dan menyaksikan video rekaman pemecahan Rekornas kerjasama di udara.(mar)



Laporan Utama | Aerobatik | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Militer | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Peristiwa | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media