ANGKASA N0.1 OKTOBER 2000 TAHUN XI  

Pecah, Rekornas Kerjasama di Udara

MENCETAK TERUS TAPI PEMBINAAN KURANG

Wana Wisata Dirgantara, Tempat rekreasi dan olahraga layang gantung


  Laporan Utama
Aerobatik
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Militer
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Peristiwa
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
ORDIRGA  

Wana Wisata Dirgantara
Tempat rekreasi dan olahraga
layang gantung

Wana Wisata Dirgantara adalah nama yang diberikan untuk tempat launching (meluncur)para atlet olahragadirgantara layang gantung (gantole dan parlayang), terletak di Gunung Banyak. Kota Administratif Batu, Kabupaten Malang, Jatim. Tepatnya di ujung barat Gunung Banyak, Dusun Sabalo Desa Pandisari, Kecamatan Pujon, Kotatif Batu. Panoramanya indah berhawa sejuk, berada pada ketinggian 1.306 meter di atas permukaan laut. Jaraknya 8 km dari Kotatif Batu, dari Malang 26 km, dari jalan raya Pujon yang berkelak-kelok indah 1,5 km, dan sekitar 2,5 km ke obyek wisata air terjun Coban Rondo.

Berdiri di Gunung Banyak memandang ke arah selatan tampak Gunung Panderman dan Kawi, ke utara Gunung Biru dan Welirang, ke arah barat Gunung Dworowati dan Argowayang, jika menengok ke bawah tampak Kotatif Batu. Hutan lindung Gunung Banyak masuk Petak IV A Resor Polisi Hutan, Perhutani Pujon, ditumbuhi pohon pinus dan eukalibus. Satwa yang ada di hutan seluas 24 Ha ini antara lain burung elang dan ayam alas.

Tempat mendarat para atlet, di Desa Songgokerto 350 meter di bawah tempat launching. Menyusuri jalan raya dari Songgokerto ke tempat launching sekitar 6 km. Nama "Wana Wisata Dirgantara" diresmikan 19 Juni 2000 ditandai dengan penandatanganan prasasti dan peletakkan batu pertama oleh KSAU Marsekal TNI Hanafie Asnan selaku Ketua Umum PB FASI, bertepatan pembukaan PON XV.

Sebelumnya pergi ke tempat launching cukup lelah sebab menanjak melewati jalan setapak. Tapi kini sudah lancar, mobil bisa langsung di atas dekat peluncuran, berhubung beberapa minggu sebelumPON, diadakan pembangunan jalan dan lokasi penerjuanan. Fasilitas yang ada meliputi tempat istirahat, kamar kecil/mushola dan area tempat peluncuran. Tempat istirahat bisa digunakan untuk kegiatan juri bila ada kejuaraan atau berteduh jika hujan.

Biaya pembangunan 178 juta rupiah terdiri bantuan dari Gubernur Jatim 80 juta rupiah untuk pembuatan jalan ke tempat peluncuran, tempat istirahat, dan mushola/kamar kecil; Dari Bupati Malang 98 juta rupiah guna pengerasan jalan.

Adanya kegiatan layang gantung di Pujon khususnya dan Batu pada umumnya, mendatangkan manfaat banyak. Bagi Fasida Jatim bisa meningkatkan olahraga dan menyebarluaskan minat dirgantara lewat latihan dan kejuaraan layang gantung tingkat nasional maupun internasional. Sedang bagi Pemda setempat, dapat mengembangkan kegiatan wisata termasuk wisata dirgantara. Masyarakat di sekitar pun bisa memperoleh tambahan penghasilan. Dengan adanya arena kegiatan layang gantung, Pujon yang terkenal penghasil susu segar sapi dan sayur mayur tambah termashur.

Melihat prospeknya bagus, Walikota Batu Drs Imam Kabul, MSi menyambut gembira kegiatan layang gantung di daerahnya. Dia bersedia mendukung bilamana di Gunung Banyak setiap tahun atau waktu tertentu ada kejuaraan paralayang atau gantole. Dia sanggup menyediakan semua medali untuk para pemenang. Niat baik Walikota Batu ini perlu ditanggapi oleh Fasida Jatim, khususnya Pordirga Layang Gantung. Masih langka ada pejabat daerah yang menyediakan diri membantu kegiatan ordirga, tanpa diminta sebelumnya. (mar)



Laporan Utama | Aerobatik | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Militer | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Peristiwa | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media