Samudera Atlantik yang memisahkan Amerika dan Eropa mempunyai nilai komersial
dan sentimental bagi penerbangan sipil dunia. Jarak yang semula hanya diseberangi dengan kapal
laut, sejak tahun 1913 terbukti dapat diseberangi dengan lebih cepat lewat udara. Menyambut era baru
itu, surat kabar Inggris menawarkan hadiah sebesar 10.000 pound. Pada tahun 1919 dan
1926, konglomerat Raymond Orteig menawarkan hadiah 25.000 dillar AS bagi mereka yang
mampu menaklukkan Atlantik nonstop. Banyak penerbang menyambut tantangan itu. Mereka sadar,
demi hadiah 10.000 pound atau 25.000 dollar nyawa mereka bisa melayang. Ada yang berhasil dan
ada pula yang menemui kegagalan. Sebelum Lindberg, enam orang tewas demi memenuhi
tantangan Orteig, di antaranya Rene Fonck dan Charles Nungesser. Keduanya merupakan pemegang gelar
ace Perancis.
Charles Lindberg menjawab tantangan Orteig. Sukses penerbangan Lindberg New
York-Paris kini menjadi bukti sejarah lain keberhasilan manusia melawan gravitasi. Secara teknis
penerbangan yang berlangsung 20-21 Mei 1927 itu sukses berkat desain pesawat dengan tangki bahan
bakar berkapasitas besar dan mesin Wright Whirlwind yang sangat bertenaga namun hemat bahan bakar.
Berbeda dengan penerbangan sebelumnya yang menempatkan dua awak atau lebih,
Lindberg lebih memilih terbang seorang diri menggunakan pesawat bermesin tunggal,
Ryan. Hal itu dilakukan berdasar perhitungan bahwa dengan satu awak, bakal tersedia cukup banyak ruang
untuk menempatkan tanki bahan bakar berkapasitas besar. Penambahan kapasitas bahan bakar
pada akhirnya akan meningkatkan durasi terbang pesawat.
Selesai memodifikasi Ryan-nya dan menorehkan kata-kata
Spirit of St. Louise di hidung pesawatnya, 20 Mei 1927 pukul 07.52 Lindberg memulai perjalanan panjang
Amerika-Perancis menyeberang Samudera Atlantik sejauh 5.810 kilometer. Setelah menembus hujan rintik-tintik
saat tinggal landas, menghadapi cuaca buruk dan udara dingin, serta menahan rasa kantuk akibat
tidak tidur selama 33 jam 39 menit, akhirnya Lindberg pun mendarat di Paris dan mencatatkan diri
sebagai penerbang solo pertama yang berhasil menerbangi rute New York-Paris
nonstop.(ttg)