ANGKASA N0.1 OKTOBER 2000 TAHUN XI  

Lebih Jauh, Tinggi, dan Cepat

New York-Paris dalam 33 jam 39 menit


  Laporan Utama
Aerobatik
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Militer
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Peristiwa
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
SEABAD KEDIRGANTARAAN  

New York-Paris
dalam 33 jam 39 menit

Samudera Atlantik yang memisahkan Amerika dan Eropa mempunyai nilai komersial dan sentimental bagi penerbangan sipil dunia. Jarak yang semula hanya diseberangi dengan kapal laut, sejak tahun 1913 terbukti dapat diseberangi dengan lebih cepat lewat udara. Menyambut era baru itu, surat kabar Inggris menawarkan hadiah sebesar 10.000 pound. Pada tahun 1919 dan 1926, konglomerat Raymond Orteig menawarkan hadiah 25.000 dillar AS bagi mereka yang mampu menaklukkan Atlantik nonstop. Banyak penerbang menyambut tantangan itu. Mereka sadar, demi hadiah 10.000 pound atau 25.000 dollar nyawa mereka bisa melayang. Ada yang berhasil dan ada pula yang menemui kegagalan. Sebelum Lindberg, enam orang tewas demi memenuhi tantangan Orteig, di antaranya Rene Fonck dan Charles Nungesser. Keduanya merupakan pemegang gelar ace Perancis.

Charles Lindberg menjawab tantangan Orteig. Sukses penerbangan Lindberg New York-Paris kini menjadi bukti sejarah lain keberhasilan manusia melawan gravitasi. Secara teknis penerbangan yang berlangsung 20-21 Mei 1927 itu sukses berkat desain pesawat dengan tangki bahan bakar berkapasitas besar dan mesin Wright Whirlwind yang sangat bertenaga namun hemat bahan bakar.

Berbeda dengan penerbangan sebelumnya yang menempatkan dua awak atau lebih, Lindberg lebih memilih terbang seorang diri menggunakan pesawat bermesin tunggal, Ryan. Hal itu dilakukan berdasar perhitungan bahwa dengan satu awak, bakal tersedia cukup banyak ruang untuk menempatkan tanki bahan bakar berkapasitas besar. Penambahan kapasitas bahan bakar pada akhirnya akan meningkatkan durasi terbang pesawat.

Selesai memodifikasi Ryan-nya dan menorehkan kata-kata Spirit of St. Louise di hidung pesawatnya, 20 Mei 1927 pukul 07.52 Lindberg memulai perjalanan panjang Amerika-Perancis menyeberang Samudera Atlantik sejauh 5.810 kilometer. Setelah menembus hujan rintik-tintik saat tinggal landas, menghadapi cuaca buruk dan udara dingin, serta menahan rasa kantuk akibat tidak tidur selama 33 jam 39 menit, akhirnya Lindberg pun mendarat di Paris dan mencatatkan diri sebagai penerbang solo pertama yang berhasil menerbangi rute New York-Paris nonstop.(ttg)



Laporan Utama | Aerobatik | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Militer | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Peristiwa | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media