Law Yu Li
|
Bisik-bisik terdengar ketika ada seorang gadis muda terlihat sibuk menyiapkan bahan-bahan presentasi di ruang pelatihan di Gedung Management Development Centre Singapore Airlines, Singapura, 7 September lalu. Dapat ditebak kalau ia akan menjadi pembicara dalam pelatihan
yang diselenggarakan SIA bagi 20 wartawan Indonesia itu. Tapi, siapakah dia?
Law Yu Li, nama ini terucap dari bibirnya. Dia memperkenalkan diri sebelum memberikan materi tentang
Fleet Planning SIA. "Saya dari Malaysia,
bisa cakap Malay, tapi untuk presentasi tak boleh pakai bahasa Melayu, harus dalam bahasa Inggris," katanya, tanpa
melepaskan senyumnya. Siang itu pun suasana tampak lain, tak terlihat lagi para wartawan yang mengikuti pelatihan itu mengantuk. Perhatian terpusat. Padanya atau materi yang dibawakannya?
Cukup menarik caranya memberikan materi tentang perencanaan armada di SIA yang menawarkan pesawat-pesawat muda usia itu. Pada kesempatan lain, General Manager Indonesia SIA Raja Segran memang pernah mengatakan bahwa untuk menapak karirnya, para eksekutif SIA
harus bisa menjadi instruktur dan mempresentasikan materi sesuai bidang yang dipegangnya. Yu Li rupanya salah seorang eksekutif muda potensial di SIA. Seorang perempuan muda yang punya peluang besar untuk menjadi seorang ahli di industri penerbangan.
Sebenarnya baru dua tahun Yu Li masuk SIA dan kemudian menempati posisinya sebagai
Company Planning Executive. Lulusan London School bidang ekonomi ini baru berusia 25 tahun. Kenapa tertarik masuk SIA? "Di sini kami bisa belajar dan memperoleh pengalaman di
berbagai bidang dalam sebuah industri penerbangan. Jenjang karirnya jelas dan kami semua mepunyai peluang untuk mencapai apa yang terbaik di sini. Ini yang menarik dan jadi tantangan bagi saya," jawabnya.
(nie)