S. Supramaniam
|
"Wah, dari Angkasa? Bagaimana menurut Anda tentang banyaknya penerbangan baru yang bermunculan di Indonesia?" tanya
S. Supramaniam dengan antusias. Sebenarnya, bagaimana menurut Anda?
Assistant Manager Public Affair Singapore Airlines ini rupanya tertarik juga
mengomentari perkembangan penerbangan kita itu.
"Menurut pandangan pribadi saya, terlalu banyak perusahaan penerbangan di Indonesia dan juga kenapa terpusat di satu-dua tempat saja. Empat atau lima penerbangan, kiranya cukup. Penerbangannya tidak terpusat di satu tempat, tapi dari beberapa tempat, seperti dari Denpasar
kemudian disebar ke tempat lain, demikian dari Surabaya atau dari Medan dan Makassar," ujarnya saat acara makan malam 'selamat datang' SIA kepada para wartawan yang akan mengikuti pelatihan di Singapura, 6-9 September lalu.
Maniam, begitu ia disapa, menjadi panitia penyambut program tersebut. Awalnya, ia terlihat kaku dan serius. Tapi saat makan malam itu, banyak yang ia perbincangkan, dari soal makanan sampai politik. "Banyak bahan makanan di sini didatangkan dari Sumatera. Ikan-ikan laut dan
sayur mayur, misalnya, dari Medan," katanya.
Lulusan University of Malay bidang Hubungan Internasional ini asalnya dari Kuala Lumpur. "Tahun 1975, tak lama setelah lulus kuliah, saya masuk di SIA. Sebelum masuk SIA saya sempat juga magang menjadi seorang reporter," ujarnya. Cukup lama juga, ia berkiprah di SIA.
"Ya, memang. Lagipula rata-rata karyawan di sini punya masa kerja yang lama," jawabnya. Maniam pernah bertugas di berbagai bidang kerja: bidang operasi pun pernah dijalaninya, sampai kemudian menangani urusan kehumasan.
"Bertugas di bidang ini banyak menemui berbagai macam orang dari berbagai negara. Saya menyukainya dan sedikit-sedikit mengetahui karakter umum mereka," ungkap Maniam yang dulu sempat menangani
Outlook, buletin yang berisi berita-berita seputar SIA. "Sekarang,
sekali-sekali saja saya menulis." (nie)