Suratman Wiryatmaja
|
Pria kelahiran Palembang berusia 57 tahun ini bisa jadi siswa istimewa di Robinson Helicopter Training yang bermarkas di Torrance, California AS itu. Betapa tidak,
Suratman Wiryatmaja, pria istimewa itu, langsung dinyatakan lulus
sekaligus mengantongi sertifikat instruktur saat baru memegang
10 jam terbang dengan helikopter jenis R-22 dan R-44.
Bapak tiga anak ini memang sudah terbang dan menggeluti dunia helikopter selama 36 tahun. "Saya sudah mengantongi 8.600 jam terbang dengan helikopter beragam jenis, yakni MI-4, Bell 412, Bell 212, BO-105, Wasp, Aloutte II dan Alloutte III, serta Puma dan Super Puma. Sedangkan
dengan R-22 sudah mengantongi 125 jam terbang," ujar mantan komandan Skadron Udara 400 (1982-1987) ini.
Sejak bulan September 1999 Suratman bergabung dengan Helizona, perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan dan carter helikopter, termasuk distributor heli Robinson pimpinan Weyly B. Muljadi yang juga pemilik R-22. Sekarang ia menjadi direktur operasi dan satu-satunya
pilot R-22 di Helizona yang bermarkas di Lido, Sukabumi, Jawa Barat.
Tak heran kalau ia mengagumi performance heli Robinson itu. "Mesinnya andal dan dilengkapi
engine Governor, sehingga bila digunakan untuk latihan siswa tak lagi terfokus pada
engine Rpm, cukup berkonsentrasi pada skill
terbangnya. Selain itu, biaya perawatannya sangat
murah. Bayangkan saja, untuk inspeksi dilaksanakan tiap100 jam dan bahan bakarnya cukup 30 liter per jam," promosi mantan pilot Pelita Air Service dan Gatari Air Service yang pernah menerbangkan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad saat mengunjungi IPTN, tahun 1992.
(dik)