Anne Cheoh
|
Jika Anne Cheoh (32) lebih memilih untuk tetap tinggal di hotel
ketimbang berkeliling Jakarta saat
overnight, bukan berarti ia takut kerusuhan, demonstrasi atau suasana rawan. Purser atau pramugari senior Cathay Pacific ini mengaku lebih nyaman tinggal di hotel dan menikmati fasilitas
hotel untuk memanjakan diri.
"Kami, teman-teman dan saya, senang sekali dipijat,
creambath dan kesenangan seperti itu kalau di Jakarta. Pokoknya, urusan wanita!" ujarnya sambil tersenyum manis.
Walau beberapa temannya memang memilih tinggal di hotel karena alasan keamanan itu, ia tak menganggap kerusuhan atau demonstrasi sebagai masalah yang ditakutinya. "Kerusuhan kan tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di negara-negara lain, dan itu tak ingin menjadi
hambatan bagi aktivitas saya," kata Anne yang sudah menjalani profesinya selama 14 tahun ini. Kalau ia tak harus menyempatkan diri untuk berjalan-jalan ke luar hotel, karena "Suasana Jakarta tak beda jauh dengan tempat asal saya di Hong Kong."
Saat itu Anne bertugas sebagai inflight
manager untuk penerbangan Cathay rute Hong Kong-Jakarta pp dengan pesawat baru A330. Ditemui di terminal Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, 5 September lalu, ia terlihat anggun tanpa mengurangi kegesitannya. Anne yang menjadi
nyonya rumah menyambut para wartawan yang akan melihat-lihat kabin pesawat tersebut.
Mengetahui begitu lama ia menjalani profesinya, jelas dedikasinya dalam hal pelayanan juga cukup tinggi. Keramahannya terlihat begitu alami, mungkin inilah yang ingin ditampilkan Cathay dengan prinsip pelayanannya "Service Straight from the Heart". Berbincang
dengannya pun cukup mengesankan, walau sayang tak bisa lama. "Maaf, saya harus bersiap-siap," katanya
dengan nada penyesalan, karena pesawat akan segera
on board.(don)