ANGKASA N0.1 OKTOBER 2000 TAHUN XI  

Law Yu Li

S. Supramaniam

Suratman Wiryatmaja

Sersan Mayor Basuki Santoso

Anne Cheoh


  Laporan Utama
Aerobatik
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Militer
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Peristiwa
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
SIAPA-SIAPA  

Anne Cheoh Anne Cheoh

Jika Anne Cheoh (32) lebih memilih untuk tetap tinggal di hotel ketimbang berkeliling Jakarta saat overnight, bukan berarti ia takut kerusuhan, demonstrasi atau suasana rawan. Purser atau pramugari senior Cathay Pacific ini mengaku lebih nyaman tinggal di hotel dan menikmati fasilitas hotel untuk memanjakan diri.

"Kami, teman-teman dan saya, senang sekali dipijat, creambath dan kesenangan seperti itu kalau di Jakarta. Pokoknya, urusan wanita!" ujarnya sambil tersenyum manis.

Walau beberapa temannya memang memilih tinggal di hotel karena alasan keamanan itu, ia tak menganggap kerusuhan atau demonstrasi sebagai masalah yang ditakutinya. "Kerusuhan kan tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di negara-negara lain, dan itu tak ingin menjadi hambatan bagi aktivitas saya," kata Anne yang sudah menjalani profesinya selama 14 tahun ini. Kalau ia tak harus menyempatkan diri untuk berjalan-jalan ke luar hotel, karena "Suasana Jakarta tak beda jauh dengan tempat asal saya di Hong Kong."

Saat itu Anne bertugas sebagai inflight manager untuk penerbangan Cathay rute Hong Kong-Jakarta pp dengan pesawat baru A330. Ditemui di terminal Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, 5 September lalu, ia terlihat anggun tanpa mengurangi kegesitannya. Anne yang menjadi nyonya rumah menyambut para wartawan yang akan melihat-lihat kabin pesawat tersebut.

Mengetahui begitu lama ia menjalani profesinya, jelas dedikasinya dalam hal pelayanan juga cukup tinggi. Keramahannya terlihat begitu alami, mungkin inilah yang ingin ditampilkan Cathay dengan prinsip pelayanannya "Service Straight from the Heart". Berbincang dengannya pun cukup mengesankan, walau sayang tak bisa lama. "Maaf, saya harus bersiap-siap," katanya dengan nada penyesalan, karena pesawat akan segera on board.(don)



Laporan Utama | Aerobatik | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Militer | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Peristiwa | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media