ANGKASA N0.1 OKTOBER 2000 TAHUN XI  

Ketika "Putra Dewa" Mulai Keletihan

Mestinya, Hati Amerika Terketuk

Embargo, Dilema Bagi TNI AU

Herky Bird Memang Paling Hebat

Hening Sehari-hari di Depohar 10


  Laporan Utama
Aerobatik
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kolom
Kokpit
Kisah Nyata
Lukisan Dirgantara
Lobi
Militer
Notam
Ordirga
Origami
Opini
Profil
Peristiwa
Seabad Kedirgantaraan
Siapa-siapa
Teknologi

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
LAPORAN UTAMA  

Herky Bird
Memang Paling Hebat

Adakah pesawat angkut militer paling hebat di dunia? Tanyakan jawaban itu kepada pakar aviasi militer dunia Bill Gunston. Maka dia akan menjawab: Hercules! (Modern Fighting Aircraft, 1984). Kalau dirangkum, apa yang menjadi alasan Bill sebenarnya sederhana saja.

Hebat Herky memang luar biasa. Semua sisi belahan dunia dijangkaunya./Foto:Angkasa/Roni Sontani

Si "Herky Bird" Sang Burung Hercules Lockheed C-130 adalah pesawat yang telah terbukti tangguh dan sangat adaptif dipergunakan di berbagai medan dengan berbagai macam fungsi.

Mulai dari daerah bersalju (varian ski-equipped), kawasan iklim dua cuaca tropik pegunungan, hingga ke bentangan gurun pasir dengan suhu membakar kulit. Pun begitu dengan fungsinya. Mulai dari pengangkut pasukan, tanker, SAR, coast guard, drone control, recce, weather control, fire bomber, maupun gunship.

Dan ini bukan omong kosong. Empatpuluh lima tahun (per 7 April 2000) usia Herky, cukup sudah untuk memberikan deskripsi komprehensif yang detil tanpa harus banyak cang-cing-cong lagi. Tengok saja populasinya yang sudah tersebar dan masih secara luas dipergunakan di lebih 67 kesatuan militer negara-negara di dunia. Padahal jumlah ini belum terhitung dengan negara-negara pengoperator jalur sipil yang menggunakannya. Pun tidaklah heran bila akhirnya banyak orang selalu bilang: tidak ada pengganti Hercules, kecuali Hercules itu sendiri!

Mungkin memang sudah harus begitu 'garis tangannya'. Artinya, Herky Bird akan menjadi legenda berjalan sepanjang masa. Apalagi dalam 'kamus pesawat' tidak akan pernah ada istilah pesawat mati karena umur tua. "Semua bisa di-nol-kan lagi, termasuk Hercules ini," tutur Kolonel Tek Dalil Suhadi, di Depohar 10 Bandung. Mulai dari mesin, struktur, hingga avionik. Yang jelas ada, barangkali pesawat akan mati bila suku cadang dan siklus maintenace maupun repairing-nya benar-benar hilang atau dihentikan.

Pave Spectre

Kandang Hercules memang militer. Tugas utamanya adalah memberikan dukungan bagi pengangkutan pasukan maupun logistik (military transports aircraft service). Performa yang tambun dan sangat lapang menjadi keunggulan tersendiri. Apalagi pesawat ini dilengkapi ramp door yang digerakkan dengan hidraulik. Bandingkan dengan Antonov An-12 buatan Rusia misalnya, yang hanya mempunyai dua detachable door (dapat dilepas) tapi harus ditutup oleh tangan manusia. Jelas kurang efisien. Belum lagi sistem pressurize-nya yang menyeluruh ke semua ruangan, beda pula dengan An-12 yang hanya berpresurrize terbatas pada kokpit.

Dari 40 varian Hercules yang berhasil dikembangkan. Gunship adalah satu-satunya versi tempur keluarga Herky. Proyek pengembangan pesawat transpor yang dipersenjatai ini dimulai AS seiring meletusnya Perang Vietnam 1967 bernama Pave Spectre. Saat itu, AU AS mencoba memodifikasi satu pesawat C-130A dengan menempatkan empat minigun 7,62 mm dan empat kanon putar 20 mm di bagian samping badan. Pesawat juga dilengkapi dengan starlite scope, sensor infra merah, dan lampu pencari (search light). Program percobaan yang dilakukan di Eglin AFB itu ternyata membuahkan hasil memuaskan.

AU AS segera meminta tujuh pesawat yang sama dan mengirimkannya ke Skadron Operasi Khusus (Special Operation Squadron) 16 di Nha Trang AB, 1969. Di medan Vietnam itulah, Pave Spectre mewujud menjadi salah satu monster pembunuh massal bagi Vietkong. Bagaimana tidak. Dengan kapasitas ruang yang mampu membawa kargo sebanyak 23 ton, pesawat kini penuh dengan muatan peluru bermacam-macam kaliber.

Tidak heran, kalau dalam satu sorti terbang, ia mampu membabat tidak kurang dari 300 Vietkong. Lalu, dengan kapasitas bahan bakar yang besar, ia dapat berputar-putar 'seenaknya' hingga dirasa cukup menghancurkan sarang-sarang gerilya para Vietkong tersebut.

Pave Spectre terus dikembangkan dalam proyek-proyek berikutnya seperti Pave Spectre II, Pave Spot, Pave Nail dan Igloo White. Pengembangan terutama bertitik tumpu pada penambahan senapan mesin, kanon dan elektroniknya. Begitupun kiprahnya dalam berbagai peperangan tak pernah surut termasuk saat Perang Teluk, 1991. Keunikan dari Hercules gunship adalah hidungnya yang lebih panjang hingga dijuluki si hidung Pinokio. Tidak lain karena didalamnya ditempatkan radar navigasi dan indikator target gerak (moving target indicator).

Ada satu lagi keunikannya. Bahwa pesawat-pesawat Herky gunship yang hingga saat ini masih dioperasikan, kalau dihitung ternyata punya umur lebih tua ketimbang sejumlah pilot yang kini menerbangkannya. Bahkan mungkin, saat pilotnya sudah pensiun karena tua, Herky Bird masih tetap terbang!



Laporan Utama | Aerobatik | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kolom | Kokpit | Kisah Nyata | Lukisan Dirgantara | Lobi | Militer | Notam | Ordirga | Origami | Opini | Profil | Peristiwa | Seabad Kedirgantaraan | Siapa-siapa | Teknologi |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media