Herky memang luar biasa. Semua sisi belahan dunia dijangkaunya./Foto:Angkasa/Roni Sontani
|
Si "Herky Bird" Sang Burung Hercules Lockheed C-130 adalah pesawat yang telah terbukti tangguh dan sangat
adaptif dipergunakan di berbagai medan dengan berbagai macam fungsi.
Mulai dari daerah bersalju (varian
ski-equipped), kawasan iklim dua cuaca tropik pegunungan, hingga ke bentangan gurun
pasir dengan suhu membakar kulit. Pun begitu dengan fungsinya. Mulai dari pengangkut pasukan, tanker, SAR,
coast guard, drone control, recce, weather control, fire
bomber, maupun gunship.
Dan ini bukan omong kosong. Empatpuluh lima tahun (per 7 April 2000) usia Herky, cukup sudah untuk memberikan
deskripsi komprehensif yang detil tanpa harus banyak
cang-cing-cong lagi. Tengok saja populasinya yang sudah tersebar dan masih secara
luas dipergunakan di lebih 67 kesatuan militer negara-negara di dunia. Padahal jumlah ini belum terhitung dengan negara-negara
pengoperator jalur sipil yang menggunakannya. Pun tidaklah heran bila akhirnya banyak orang selalu bilang: tidak ada pengganti Hercules,
kecuali Hercules itu sendiri!
Mungkin memang sudah harus begitu 'garis tangannya'. Artinya, Herky Bird akan menjadi legenda berjalan sepanjang masa.
Apalagi dalam 'kamus pesawat' tidak akan pernah ada istilah pesawat mati karena umur tua. "Semua bisa di-nol-kan lagi, termasuk Hercules
ini," tutur Kolonel Tek Dalil Suhadi, di Depohar 10 Bandung. Mulai dari mesin, struktur, hingga avionik. Yang jelas ada, barangkali
pesawat akan mati bila suku cadang dan siklus
maintenace maupun repairing-nya benar-benar hilang atau dihentikan.
Pave Spectre
Kandang Hercules memang militer. Tugas utamanya adalah memberikan dukungan bagi pengangkutan pasukan maupun
logistik (military transports aircraft
service). Performa yang tambun dan sangat lapang menjadi keunggulan tersendiri. Apalagi pesawat
ini dilengkapi ramp door yang digerakkan dengan hidraulik. Bandingkan dengan Antonov An-12 buatan Rusia misalnya, yang
hanya mempunyai dua detachable door (dapat dilepas) tapi harus ditutup oleh tangan manusia. Jelas kurang efisien. Belum lagi sistem
pressurize-nya yang menyeluruh ke semua ruangan, beda pula dengan An-12 yang hanya berpresurrize terbatas pada kokpit.
Dari 40 varian Hercules yang berhasil dikembangkan. Gunship adalah satu-satunya versi tempur keluarga Herky.
Proyek pengembangan pesawat transpor yang dipersenjatai ini dimulai AS seiring meletusnya Perang Vietnam 1967 bernama
Pave Spectre. Saat itu, AU AS mencoba memodifikasi satu pesawat C-130A dengan menempatkan empat
minigun 7,62 mm dan empat kanon putar 20 mm
di bagian samping badan. Pesawat juga dilengkapi dengan
starlite scope, sensor infra merah, dan lampu pencari
(search light). Program percobaan yang dilakukan di Eglin AFB itu ternyata membuahkan hasil memuaskan.
AU AS segera meminta tujuh pesawat yang sama dan mengirimkannya ke Skadron Operasi Khusus
(Special Operation Squadron) 16 di Nha Trang AB, 1969. Di medan Vietnam itulah, Pave Spectre mewujud menjadi salah satu monster pembunuh massal bagi
Vietkong. Bagaimana tidak. Dengan kapasitas ruang yang mampu membawa kargo sebanyak 23 ton, pesawat kini penuh dengan muatan
peluru bermacam-macam kaliber.
Tidak heran, kalau dalam satu sorti terbang, ia mampu membabat tidak kurang dari 300 Vietkong. Lalu, dengan kapasitas
bahan bakar yang besar, ia dapat berputar-putar 'seenaknya' hingga dirasa cukup menghancurkan sarang-sarang gerilya para Vietkong tersebut.
Pave Spectre terus dikembangkan dalam proyek-proyek berikutnya seperti
Pave Spectre II, Pave Spot, Pave Nail dan
Igloo White. Pengembangan terutama bertitik tumpu pada penambahan senapan mesin, kanon dan elektroniknya. Begitupun kiprahnya dalam
berbagai peperangan tak pernah surut termasuk saat Perang Teluk, 1991. Keunikan dari Hercules gunship adalah hidungnya yang lebih
panjang hingga dijuluki si hidung Pinokio. Tidak lain karena didalamnya ditempatkan radar navigasi dan indikator target gerak
(moving target indicator).
Ada satu lagi keunikannya. Bahwa pesawat-pesawat Herky gunship yang hingga saat ini masih dioperasikan, kalau dihitung
ternyata punya umur lebih tua ketimbang sejumlah pilot yang kini menerbangkannya. Bahkan mungkin, saat pilotnya sudah pensiun karena
tua, Herky Bird masih tetap terbang!