ANGKASA N0.5 FEBRUARI 2002 TAHUN XII  


"GLOBAL HAWK" JATUH/HUEY BARU MARINIR AS/RUDAL BARU RAF/NATO BANTU AS

PANGKALAN PERTAMA F-22/MODERNISASI HELI TURKI/PRANCIS TAMBAH CN-235/AS POTONG KEKUATAN

PENUMPANG MENINGKAT/KEKEBALAN ANTI MONOPOLI/SEA SKUA UNTUK MALAYSIA/PHK 400.000 KARYAWAN

CH-53E JATUH DI AFGHANISTAN/UPS TURUNKAN BIAYA BBM/PAKISTAN TERIMA F-7/RADAR ANTI RINTANGAN/OMAN BELI "SUPER LYNX"

  Laporan Utama
Airline
Buku
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kisah Nyata
Kokpit
Lobi
Lukisan Dirgantara
Notam
Opini
Ordirga
Origami
Pendidikan
Peristiwa
Profil
Pesawat Model
Pesawat Militer
Pesawat Sipil
Siapa-siapa
Teknologi
Wawancara

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
NOTAM  

SOMALIA TARGET BERIKUTNYA

F-15E Strike Eagle F-15E Strike Eagle/Foto: Boeing

Somalia kemungkinan jadi target selanjutnya bagi AS dalam upaya memberantas jaringan teroris Al Qaeda. Menurut sumber AU AS, operasi pemboman udara bakal digelar dalam waktu kurang dari sebulan ini bila Penguasa Somalia tak segera menyerahkan orang-orang yang dianggap punya hubungan dengan Al Qaeda kepada AS. Seperti diberitakan AviationNow (15/1), mirip dengan Enduring Freedom operasi ini juga bakal melibatkan pembom berat macam B-1B Lancer, B-52 Stratofortress, maupun jet serang F-15E Strike Eagle. Sasaran yang akan dilibas adalah markas-markas militer, konsentrasi pasukan, jaringan komando dan komunikasi, serta gudang amunisi yang menurut sumber intelijen banyak tersebar di Somalia. Untuk mendukung operasi ini maka AS menganggap Oman merupakan pangkalan favorit lantaran punya jarak lebih dekat ke Somalia ketimbang Diego Garcia. (avi)


PENYADAP DI BOEING 767

Petugas pemerintah AS secara informal mendapat informasi ditemukannya paling sedikit tiga perangkat penyadap pada pesawat Boeing 767-300 ER yang dibeli oleh Pemerintah Cina. Seperti diberitakan AviationNow (18/1), sedianya pesawat ini akan dipakai sebagai pesawat kepresidenan Cina. Sumber dari aparat kedirgantaraan AS menyatakan, alat-alat penyadap tadi ditemukan oleh petugas militer Cina namun tak ada pengaduan resmi akan temuan ini dari Pemerintah Cina. Menurut seorang ahli penerbangan, dua buah alat penyadap ditemukan pada Kabin Presidential Suite sedangkan alat ketiga ketahuan merupakan penyadap tipe Rockwell Collins Sat 906. Secara teknis tipe ini menggunakan satelit untuk menyampaikan informasi yang telah disadapnya. Sebenarnya pesawat ini dibeli oleh Maskapai China United Arlines dari Boeing. Sedangkan perangkat avionik dipasang secara terpisah sesuai dengan kontrak dengan Pemerintah Cina. Sebelum meninggalkan Texas menuju Cina pada awal Agustus lalu, pesawat ini juga telah diperiksa oleh petugas-petugas dari Cina. (avi)


PHK DI AIRBUS

Konsorsium Eropa, Airbus, berencana mem-PHK 1.000 orang karyawannya atau sekitar 2,2 persen dari total jumlah pekerjanya sekarang. Dengan demikian Airbus yang tadinya mempekerjakan 45.000 orang kini jumlah itu berkurang menjadi 44.000 orang. Kebijakan ini diambil mengingat akhir-akhir ini Airbus kekurangan pesanan. Menurut AviationNow (17/1), secara teknis pengurangan karyawan dimulai dengan paket pensiun sukarela. Selain jumlah karyawan, jam kerja di pabrikpun turut dipangkas. Kebijakan pengurangan jam kerja akan senilai dengan mem-PHK sebanyak 5.000 orang. Kepala eksekutif Airbus, Noel Forgeard menyatakan langkah pengurangan karyawan ini adalah akibat tak langsung dari kelesuan ekonomi dunia pasca Tragedi 11 September. Sebanyak 101 buah pesawat Airbus batal dipesan oleh beberapa maskapai penerbangan dunia seperti TWA (AS), Sabena (Belgia), dan Swissair (Swiss) yang gulung tikar. (avi)


KEMAMPUAN NUKLIR CINA

Dalam program sampai tahun 2015, Cina berencana untuk memiliki 100 unit rudal nuklir jarak jauh yang diarahkan ke AS. Menurut laporan intelijen yang dikeluarkan Dinas Intelijen AS (CIA), rudal yang dioperasikan kebanyakan memiliki mobilitas tinggi sehingga sulit untuk dideteksi. Ditambahkan bahwa pada tahun yang sama Iran dan Korea Utara diperkirakan bakal memiliki rudal jarak jauh yang mampu menjangkau sasaran-sasaran di wilayah AS. Seperti disebutkan pada AviationNow (10/1), juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Sun Yuxi menyangkal pernyataan AS dan menyebutkannya sebagai omong kosong. Lebih jauh Yuxi mengakui bahwa Cina memang sedang berusaha meningkatkan kekuatan militernya namun hanya sebatas untuk pertahanan wilayah saja. Saat ini Cina dipercaya memiliki 20 buah silo (tempat peluncuran rudal) bagi peluncuran rudal antar benua (ICBM-Inter Continental Balistic Missile) CSS-4. Selain itu sekitar selusin rudal memiliki jarak jangkau sampai wilayah Rusia dan Asia. Tambahan lain berupa rudal jarak menengah (medium range), beberapa diantaranya bisa diluncurkan dari kapal selam, namun diperkirakan hanya satu kapal selam saja yang punya kemampuan ini. Dalam laporan CIA diterangkan bahwa saat ini Cina sedang mengembangkan tiga jenis rudal nuklir. Dua tipe merupakan rudal yang punya kapabilitas diluncurkan dari truk-truk pengangkut sedang sisanya dari kapal selam. Ditambahkan sistem yang bisa digelar pada tahun 2010 ini juga punya kemampuan menggotong muatan multi hulu ledak (MIRV- Multiple Independent Re-entry Vehicles). Korea Utara untuk sementara ini tengah menghentikan percobaan rudal nuklirnya sampai tahun 2003. Walau demikian pengembangan rudal dua tingkat Taepo Dong-2 yang mampu menjangkau wilayah Pantai Barat AS tetap dilanjutkan. Sementara itu Iran kemungkinan baru bisa menggelar uji cobanya pada tahun 2005. (avi)



Laporan Utama | Airline | Buku | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kisah Nyata | Kokpit | Lobi | Lukisan Dirgantara | Notam | Opini | Ordirga | Origami | Pendidikan | Peristiwa | Profil | Pesawat Model | Pesawat Militer | Pesawat Sipil | Siapa-siapa | Teknologi | Wawancara |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media