Pada awal era 80-an Soviet mulai memikirkan generasi penerus jet tempur generasi keempat macam Mikoyan MiG-29
Fulcrum dan Sukhoi Su-27 Flanker. Untuk itu Biro Rancang Mikoyan kemudian mengeluarkan jet tempur multi fungsi generasi kelima, MiG 1.42.
Pesawat dengan dua sayap kecil pada bagian hidung (canard) ini menyandang nama MFI
(Mnogofunktsionalny Frontovoi Istrebitel)
atau berarti jet tempur garis depan multi fungsi
(multifunction frontline fighter).
Tak hanya sekedar nama saja, saat
rool-out pertama pada awal tahun 1999 lalu, pihak produsen yaitu ANPK MiG menyatakan
jet tempur generasi kelima ini juga memiliki kemampuan siluman. Dikatakan seluruh tubuh pesawat dibalut oleh
radar-absorbing coating, sedangkan struktur tubuh tersusun dari elemen
screening of radar-visible. Untuk mempertegas kesaktian ini beberapa rudal
yang digotongnya disimpan dalam bomb bay. Jadi singkatnya pesawat yang pernah ditunda pengembangannya pada tahun 1994 ini
setara dengan F-22 Raptor milik AS.
Seperti yang dijelaskan oleh Direktur ANPK MiG, Mikhail Korzhuev , diyakini kinerja MiG 1.42 ini memang setara,
bahkan melebihi F-22 Raptor. Hal ini bisa disimak dari kelengkapannya berupa saluran buang bersistem
thrust-vectoring sehingga pesawat memiliki sudut serang yang tinggi
(high angle of attack). Rasio tenaga dorong dengan berat badan dibuat 1: 3 menjadikan pesawat
ini mampu melesat sampai kecepatan supersonik tanpa
afterburner. Bila mesin ditarik habis maka angka mach 2,6 bisa saja dengan
mudah dicapainya. Sebagai perbandingan Raptor sendiri punya limit kecepatan hingga mach 2+.
Tapi bukan pesawat Rusia kalau tak menimbulkan isu kontroversi. Pernyataan pertama datang dari wartawan kedirgantaraan
Rusia sendiri yaitu Alexander Zhilin. Menurut pendapatnya MiG 1.42 jauh dari kategori siluman lantaran punya bentuk sebagaimana
pesawat tempur non siluman. Suara sumbang juga datang dari dua kuli tinta asal majalah mingguan
Aviation Week & Space Technology.
Keduanya beranggapan bahwa MiG telah mengabaikan penempatan ekor vertikal bawah dan bagian lateral depan yang amat peka serbuan
radar pelacak. Akibatnya sulit mengkategorikan MiG 1.42 sebagai pesawat siluman.
(sy/avi)