ANGKASA N0.5 FEBRUARI 2002 TAHUN XII  


  Laporan Utama
Airline
Buku
Cakrawala
Ekonomi
Fenomena
Kisah Nyata
Kokpit
Lobi
Lukisan Dirgantara
Notam
Opini
Ordirga
Origami
Pendidikan
Peristiwa
Profil
Pesawat Model
Pesawat Militer
Pesawat Sipil
Siapa-siapa
Teknologi
Wawancara

Rate our site
@ SearchIndonesia

 
ORIGAMI  

MiG 1.42 MFI

MiG 1.42 MFI

Pada awal era 80-an Soviet mulai memikirkan generasi penerus jet tempur generasi keempat macam Mikoyan MiG-29 Fulcrum dan Sukhoi Su-27 Flanker. Untuk itu Biro Rancang Mikoyan kemudian mengeluarkan jet tempur multi fungsi generasi kelima, MiG 1.42. Pesawat dengan dua sayap kecil pada bagian hidung (canard) ini menyandang nama MFI (Mnogofunktsionalny Frontovoi Istrebitel) atau berarti jet tempur garis depan multi fungsi (multifunction frontline fighter).

Tak hanya sekedar nama saja, saat rool-out pertama pada awal tahun 1999 lalu, pihak produsen yaitu ANPK MiG menyatakan jet tempur generasi kelima ini juga memiliki kemampuan siluman. Dikatakan seluruh tubuh pesawat dibalut oleh radar-absorbing coating, sedangkan struktur tubuh tersusun dari elemen screening of radar-visible. Untuk mempertegas kesaktian ini beberapa rudal yang digotongnya disimpan dalam bomb bay. Jadi singkatnya pesawat yang pernah ditunda pengembangannya pada tahun 1994 ini setara dengan F-22 Raptor milik AS.

Seperti yang dijelaskan oleh Direktur ANPK MiG, Mikhail Korzhuev , diyakini kinerja MiG 1.42 ini memang setara, bahkan melebihi F-22 Raptor. Hal ini bisa disimak dari kelengkapannya berupa saluran buang bersistem thrust-vectoring sehingga pesawat memiliki sudut serang yang tinggi (high angle of attack). Rasio tenaga dorong dengan berat badan dibuat 1: 3 menjadikan pesawat ini mampu melesat sampai kecepatan supersonik tanpa afterburner. Bila mesin ditarik habis maka angka mach 2,6 bisa saja dengan mudah dicapainya. Sebagai perbandingan Raptor sendiri punya limit kecepatan hingga mach 2+.

Tapi bukan pesawat Rusia kalau tak menimbulkan isu kontroversi. Pernyataan pertama datang dari wartawan kedirgantaraan Rusia sendiri yaitu Alexander Zhilin. Menurut pendapatnya MiG 1.42 jauh dari kategori siluman lantaran punya bentuk sebagaimana pesawat tempur non siluman. Suara sumbang juga datang dari dua kuli tinta asal majalah mingguan Aviation Week & Space Technology. Keduanya beranggapan bahwa MiG telah mengabaikan penempatan ekor vertikal bawah dan bagian lateral depan yang amat peka serbuan radar pelacak. Akibatnya sulit mengkategorikan MiG 1.42 sebagai pesawat siluman. (sy/avi)



Laporan Utama | Airline | Buku | Cakrawala | Ekonomi | Fenomena | Kisah Nyata | Kokpit | Lobi | Lukisan Dirgantara | Notam | Opini | Ordirga | Origami | Pendidikan | Peristiwa | Profil | Pesawat Model | Pesawat Militer | Pesawat Sipil | Siapa-siapa | Teknologi | Wawancara |

Copyright © 1998 Majalah Angkasa. All rights reserved
Designed by
Kompas Cyber Media