|
| |
 | PESAWAT SIPIL
|
|
A340-600 VS B777-300
Setelah Boeing mengeluarkan B777-nya, Airbus tak mau kalah. Pabrikan yang berpusat di Toulouse, Prancis, ini mengembangkan A340-600/-500. Kabar terbaru versi anyar A340, bakal menyelesaikan uji terbang awal Maret ini. Boeing yang
telah memproduksi B777-300 kini sedang mengembangkan seri 200LR dan 300ER untuk menandingi dua varian baru A340 itu.
A340-600 - Bakal segera memasuki tahap produksi./Foto: Airbus Industrie
|
Sejak terbang perdana dari Toulouse, Blagnac 23 April 2001 silam, A340-600 telah mengantongi sekitar 1.000 jam terbang dari 1.600 jam terbang yang dijadwalkan. Artinya A340-600 tinggal menyelesaikan sekitar 600 jam terbang tersisa untuk
memperoleh sertifikasi laik terbang dari Badan Penerbangan Sipil Eropa (JAA) dan Badan Penerbangan Sipil AS (FAA).
Airbus mengemukakan, jika uji terbang berjalan sesuai jadwal, sertifikasi dari kedua badan itu bakal tuntas pada awal Mei 2002. "Proses sertifikasi dari JAA dan FAA diharapkan selesai pada awal Mei ini," ungkap Gordon McConnel Kepala Program
Pengembangan Pesawat Jarak Jauh Airbus (Flight International/1-7 Januari
2002).
Setelah menerima sertifikasi dari kedua badan itu, A340-600 bakal segera memasuki produksi dan operasi, diikuti penyerahan pesawat pertama kepada Virgin Atlantic pada pertengahan 2002. Akan tetapi, tampaknya jadwal penyerahan itu akan berubah.
Virgin Atlantic masih ragu, apakah jadi menerimanya atau tidak akibat dampak dari tragedi 11 September 2001. Sementara itu, Swissair yang sebelumnya juga memesan sejumlah A340-600 menyatakan membatalkan pesanan.
Selain masalah kepada siapa pesawat pertama akan diserahkan, A340-600 juga bakal menghadapi ketidakjelasan menyangkut perusahaan penerbangan mana yang akan menjadi partner dalam penerbangan "gladi bersih".
Turunan A340-300
Terlepas dari permasalah itu, kehadiran A340-600 bakal menandingi Boeing B777-300 yang sekarang banyak dipakai sejumlah perusahaan penerbangan internasional. Semula Airbus tidak mengembangkan pesawat itu untuk menandingi B777, melainkan
sebagai pesawat pengisi kekosongan seandainya B747, termasuk B747-400, memasuki masa pensiun. Namun Airbus kecolongan, karena Boeing sudah lebih dulu mengembangkan B777 untuk mengantisipasi kekosongan pesawat badan lebar yang mungkin ditinggalkan B747.
Seri 600 diperkenalkan sekitar 10 tahun, setelah seri A340-300 yang lebih kecil. Dari sisi jumlah penumpang, A340-600 memuat 85 penumpang lebih banyak daripada A340-300. Sebagian besar kedua versi A340 itu memiliki desain dan struktur badan yang
hampir sama. Demikian pula dalam hal teknologi yang melengkapinya, bahkan kokpit -600 pun dibuat mirip dengan seri -300. Boleh saja dikata, 340-600 merupakan turunan 340-300. Meski demikian, seorang pejabat Airbus mengemukakan bahwa model A340 terbaru
bakal dilengkapi pula dengan sejumlah sistem baru yang sebelumnya tidak ditemukan pada versi yang lama.
Mengamati struktur badannya, seri 600, yang menggunakan mesin Rolls Royce Trent 556 ini, sekitar 10 meter lebih panjang dari seri 300 yang bermesin CFM56-54. Mesin CFM56-54 lebih kecil bentuk dan tenaganya daripada Trent 556. Selain memiliki
badan yang lebih panjag, seri 600 juga memiliki luas penampang sayap yang 20 persen lebih luas dari versi 300. Demikian juga struktur dan luas penampang sayap ekor datar dan vertikalnya. Penampang sayap ekor datar A340-600, 18 persen lebih luas, sedangkan sayap
ekor vertikal, 17 persen lebih luas. Peningkatan luas penampang sayap dan ekor, berdasarkan teori aerodinamika bisa menambah jumlah daya angkat dan angkut pesawat.
Peningkatan ukuran badan pesawat secara keseluruhan berakibat pada melonjaknya berat pesawat, yang sama pula artinya dengan peningkatan jumlah kapasitas atau daya angkutnya. Guna menahan berat dan daya angkut A340-600 yang bisa mencapai 365 ton,
Airbus menambahkan satu set roda pendarat utama di badan pesawat, selain dua roda pendarat utama di sayap kiri dan kanan. Satu set roda di badan pesawat yang terdiri dari empat ban itu bisa meningkatkan kemampuan pesawat menahan beban yang antara lain berupa hentakan
saat pendaratan atau saat pesawat berada di darat, sampai 64 ton.
Tertinggal satu langkah
Boleh jadi A340-600 bakal mampu menandingi B777. Namun jika membandingkan waktu pengembangan kedua pesawat yang sama-sama berkapasitas antara 300-400 kursi itu, sepertinya Airbus tertinggal satu langkah dibandingkan dengan seterunya,
Boeing. Boeing sudah mulai mengembangkan B777 sejak awal 1990-an. Model pertama B777 itu terbang perdana pertengahan 1994, dan beberapa tahun kemudian masuk tahap operasional. Sementara itu A340-600 sendiri rupanya baru terbang perdana pada April 2001 lalu.
Tertinggal bukan berarti kalah. Menggunakan A340-600 dan "rekan seangkatannya", A340-500, Airbus menawarkan sejumlah kelebihan, antara lain, dalam daya angkut, jelajah, dan kenyamanan.
Di bidang pesawat transpor penumpang, jumlah kursi bisa menjadi salah satu ukuran untuk menentukan kelas pesawat. Menyimak jumlah kursi, baik A340-600 maupun B777, belumlah sebanding dengan B747 yang rencananya akan mereka gantikan. Jumlah
kursi B747 bisa mencapai 400-500-an, sedangkan kedua tipe pesawat buatan Airbus dan Boeing itu hanya berkapasitas antara 300-400 kursi. Bila dipaksakan, paling banter memuat 440-an kursi. Artinya, dalam jumlah daya angkut penumpang, baik A340-600 maupun B777
masih satu kelas di bawah B747.
|
Spesifikasi A340-600:
| Kapasitas: |
380 kursi/maksimum 440 kursi, dan 42-43 kontainer kargo. |
| Jarak jelajah: |
13.900 kilometer. |
| Mesin: |
4 x Rolls-Royce Trent 556 berdaya dorong 56.000 pounds. |
| Dimensi: |
panjang 74,8 m, bentang sayap 63,5 m, tinggi 17,8 m luas penampang sayap 437 m2. |
| Kecepatan: |
jelajah optimal 0,83 mach/990 km/jam, kecepatan maksimum 0,86 mach/ 1.026 km/jam. |
| Berat: |
maksimum tinggal landas 365 ton, maksimum payload 62,9 ton, kapasitas bahan bakar 194.880 liter. |
|
|
Spesifikasi B777-300:
| Kapasitas: |
386 kursi/maksimum 550 kursi, dan 20
kontainer kargo. |
| Jarak jelajah: |
11.030 kilometer. |
| Mesin: |
2x Pratt & Whitney PW 4098
berdaya 98.000 atau 2x Rolls Royce Trent 892. |
| Dimensi: |
panjang 73,9 m, bentang sayap 60,9 m,
tinggi 18,5 m. |
| Kecepatan: |
jelajah optimal 0,84 mach/1.002
km/jam. |
| Berat: |
maksimum tinggal landas 299 ton,
kapasitas bahan bakar 171.170 liter. |
|
Walau dari sisi kapasitas tempat duduk tak satupun dari kedua pesawat mampu menandingi B747, 747 dikalahkan oleh keduanya dalam hal jarak terbang pesawat. Bila B747-400 dirancang terbang hingga 13.418 kilometer, dua versi B777 (-300 dan
-200ER) memiliki jarak terbang masing-masing 11.000 kilometer dan 14.260 kilometer. Peningkatan jarak terbang yang fantastis terlihat pada A340-500 dan 600, yang masing-masing terbang hingga 16.000 kilometer dan 13.900 kilometer. Jarak terbang yang demikian jauh itu
setara dengan menerbangi setengah muka bumi, atau lebih jauh daripada diameter ekuator Bumi yang hanya 12.756 kilometer.
Persaingan langsung antara A340-600 dengan B777-300 ternyata juga terjadi pada sisi kapasitas kursi pesawat. A340-600 yang berkapasitar 380 kursi bersaing ketat dengan B777-300 berkursi 386. Meski memuat enam kursi lebih sedikit seri 600 terbang
1.900-an kilometer lebih jauh dari pesaingnya itu. Namun jarak terbang A340-600 itu rupanya masih kalah dibandingkan B777-200ER. Kenyataan itu membuat Aribus tak tinggal diam dan mengembangkan A340-500 yang terbang hingga 15.750 kilometer dan 16.000
kilometer tergantung konfigurasi kabin pesawat.
Boeing tak tinggal diam
B777-300 - Menjadi dasar pengembangan B777-300ER./Foto: Boeing
|
Melihat reputasi triple seven-nya bakal terancam oleh kehadiran kedua versi terbaru A340, Boeing juga tak tinggal diam. Pabrik pesawat bermarkas di Seatlle, AS, ini kabarnya tengah mengembangkan versi lanjut dari B777-nya. Keinginan itu
dikumandangkan Boeing saat berlangsungnya Asian Aerospace 2000. Ketika itu Boeing mengumumkan program pengembangan B777 baru senilai satu milyar dollar AS. Kedua versi ini bakal mengambil dasar B777 versi sebelumnya, dengan peningkatan pada beberapa segi. Hasilnya,
nanti berupa B777-200LR dan 300ER.
Seperti halnya A340-600 dan 500, kedua pesawat badan lebar Boeing yang baru itu bakal menjadi adik-kakak. Seri 200LR merupakan pengembangan langsung dari triple seven sebelumnya, dan bakal lahir lebih dulu dibandingkan seri 300ER, yang
memang merupakan pengembangan 200LR. Boeing mengemukakan seri -300ER itu bakal lebih panjang dan memiliki kemampuan terbang lebih jauh, hingga 16.328 kilometer dengan 301 kursi. B777-200LR hanya terbang sejauh 13.377 kilometer dengan 359 kursi.
Dari sini terlihat, Boeing bermaksud menggunakan seri 200LR sebagai seteru langsung A340-500 dan seri 300ER sebagai lawan tanding A340-600. Secara keseluruhan, program pengembangan B777 mengisyaratkan bahwa Boeing tak mau tinggal diam
oleh ancaman dua versi terbaru A340, yang segera memasuki masa operasional pada pertengahan 2002 ini.
Mengomentari kiat Boeing itu, seorang juru bicara Airbus mengatakan, "Kedua Boeing baru itu bukan merupakan hal yang mengejutkan, karena sudah ada perbincangan menyangkut hal itu tiga tahun belakangan." Dia menambahkan bahwa program itu
sangat janggal karena selama ini belum ada calon pembeli pesawat yang tengah dikembangkan itu.
(ttg)
|